Bidik WBTB 2027, Tari Rawas dan Pisau Dua Tampil Memukau di Puncak Hari Kebudayaan Bengkulu Selatan

malam puncak peringatan Hari Kebudayaan 2026 yang digelar di Lapangan Sekundang, Bengkulu Selatan, Sabtu (17/10/2026)

Bengkulu Selatan||ISBCenter.com – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan menyiapkan Tari Rawas dan Tari Pisau Dua untuk diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) pada tahun 2027. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi penerus.

Kedua tarian tersebut menjadi pusat perhatian pada malam puncak peringatan Hari Kebudayaan 2026 yang digelar di Lapangan Sekundang, Bengkulu Selatan, Sabtu (17/10/2026).

malam puncak peringatan Hari Kebudayaan 2026 yang digelar di Lapangan Sekundang, Bengkulu Selatan, Sabtu (17/10/2026)

Peringatan Hari Kebudayaan tahun ini berlangsung semarak dengan menampilkan beragam kesenian tradisional. Kegiatan diawali pagi hari dengan tradisi Mangkang Luagh, dan dilanjutkan malam harinya dengan pertunjukan seni tari.

Sejumlah tarian tradisional turut memeriahkan acara, di antaranya Tari Andun, Tari Kayik Nari, dan Tari Napal yang ditampilkan untuk menyambut tamu dan pimpinan daerah. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Bengkulu Selatan Susmanto yang mewakili Bupati.

Para penari tampil dengan busana adat lengkap sesuai ciri khas masing-masing tarian. Seperti Tari Andun yang dibawakan dengan kebaya dan selendang, diiringi musik kelintang yang menambah kemeriahan suasana.

Suasana semakin meriah ketika Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajuddin hadir di tengah masyarakat menjelang akhir acara. Tidak hanya menyaksikan, Bupati turut turun dan menari Lenggang Serawai bersama warga dan anak muda di bawah panggung dengan penuh keakraban.

Bupati Rifai Tajuddin mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati Lapangan Sekundang hingga acara selesai.

“Alhamdulillah, Hari Kebudayaan tahun 2026 di Kabupaten Bengkulu Selatan cukup meriah. Sampai acara selesai, masyarakat masih antusias dan lokasi tetap ramai. Ini luar biasa, menjadi ungkapan kebahagiaan masyarakat yang kami sambut dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, peringatan Hari Kebudayaan menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah untuk terus hadir bersama masyarakat sekaligus memberi ruang bagi kesenian tradisional untuk tumbuh.

Ia juga menyebut pengakuan WBTB yang telah diraih beberapa tradisi sebelumnya menjadi kebanggaan bagi Bengkulu Selatan.

“Dengan adanya pengakuan WBTB, banyak kebudayaan kita yang semakin dikenal. Ini luar biasa, termasuk Kayik Nari dan budaya lainnya yang telah mendapatkan pengakuan,” katanya.

Rifai mengungkapkan, pada tahun 2027 Pemkab Bengkulu Selatan akan mengusulkan enam warisan budaya sekaligus untuk mendapatkan pengakuan sebagai WBTB. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian agar tradisi tidak luntur oleh perkembangan zaman.

“Untuk usulan tahun 2027, ada enam budaya yang akan diusulkan menjadi WBTB. Semoga nantinya bisa diakui sebagai warisan budaya kita, sehingga tidak luntur dan tetap kita budayakan. Kami akan terus mendorong agar Bengkulu Selatan menjadi salah satu daerah terdepan dalam pelestarian budaya,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Pelestarian Kebudayaan Bengkulu, Siregar, mengapresiasi komitmen Pemkab Bengkulu Selatan yang konsisten menyelenggarakan kegiatan kebudayaan. Ia menilai pelestarian budaya membutuhkan komitmen berkelanjutan agar kesenian tetap hidup di tengah masyarakat, serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan dukungan anggaran yang memadai.

Peringatan Hari Kebudayaan 2026 ini diharapkan menjadi momentum penguatan identitas daerah. Dengan rencana pengusulan Tari Rawas, Tari Pisau Dua dan empat warisan budaya lainnya sebagai WBTB 2027, kekayaan budaya Bengkulu Selatan diharapkan tidak hanya lestari, tetapi juga semakin dikenal luas..(*1dn)

Pos terkait