Kota Bengkulu||ISBCenter.com – Upaya membangun kesadaran masyarakat, terutama kalangan generasi muda, untuk bijak dalam penggunaan obat terus diperkuat. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu bersama Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan Pemerintah Kota Bengkulu menggelar Seminar Nasional bertajuk “Generasi Sehat dan Cerdas, Bijak Gunakan Antimikroba, Bersama Cegah Penyalahgunaan Obat” di Aula Gedung Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi. Hadir dalam kesempatan itu Wadir I Poltekkes Kemenkes Bengkulu yang mewakili Direktur, Septitanti, Kepala BPOM Bengkulu Kodon Tarigan, perwakilan BNN Provinsi Bengkulu, serta Sekretaris Dinas Kominfo Kota Bengkulu Afri Chandriyani.
Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Wahyudi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan generasi Bengkulu yang sehat dan cerdas dalam mengonsumsi obat. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
“Jangan pernah menggunakan obat tanpa resep dokter,” tegas Dedy.
Ia menyoroti masih adanya kebiasaan di masyarakat yang mudah mengonsumsi antimikroba atau antibiotik untuk keluhan ringan seperti demam dan batuk, seperti membeli amoksisilin, penisilin dan obat lainnya tanpa konsultasi dokter. Padahal, praktik tersebut berisiko menimbulkan masalah kesehatan dan memicu resistensi antimikroba.
Untuk itu, menurut Dedy, edukasi dan sosialisasi harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan, tidak hanya di lingkungan pemerintah tetapi juga menyentuh kampus, sekolah, dan lingkungan masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi.
“Edukasi itu menjadi penting agar masyarakat tidak latah mengenai obat yang tidak sesuai dengan aturan,” ujarnya.
Dedy juga mendorong pelibatan berbagai pihak dalam sosialisasi, mulai dari influencer, media, hingga unsur pemerintahan di tingkat bawah.
“Kita juga akan melibatkan RT, kemudian lurah, camat, agar kita juga menyampaikan sosialisasi seperti ini,” katanya.
Ia berharap sinergi tersebut mampu meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sehingga penggunaan obat dilakukan secara aman, bijak, dan sesuai aturan.
Sementara itu, Wadir I Poltekkes Kemenkes Bengkulu Septitanti, S.Kep., Ners., M.Pd., menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari program edukasi rutin yang penting untuk terus dilaksanakan. Pemahaman tentang penggunaan obat yang bijak, kata dia, perlu ditanamkan sejak dini kepada mahasiswa agar nantinya mampu menjadi agen penyebar informasi yang benar di tengah masyarakat.
“Alangkah baiknya kita semua bijak menggunakan obat. Kegiatan ini merupakan program rutin agar pelayanan dan pengobatan dapat terlaksana dengan baik, serta mahasiswa dapat menambah wawasan dan pengalaman yang baik pula,” ujar Septitanti.
Melalui seminar nasional ini, BPOM Bengkulu, Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan Pemkot Bengkulu menegaskan komitmennya untuk memperkuat literasi kesehatan masyarakat, khususnya dalam penggunaan antimikroba secara bijak dan upaya pencegahan penyalahgunaan obat..(*dd)










