Kota Bengkulu||ISBCenter.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu resmi membuka gelaran Bengkulu Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2026 di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu, Senin (12/10/2026).
Forum investasi tahunan berskala internasional ini mengusung tema “Connecting Opportunities, Driving Economic Transformation”. Agenda strategis ini dihadiri lengkap oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kalangan akademisi, pelaku usaha, serta delegasi investor internasional yang datang dari Malaysia, Pakistan, Taiwan, Korea, hingga Belarus.
Momentum ini menjadi panggung bagi daerah untuk mempromosikan potensi unggulan secara langsung di hadapan calon investor global.
Kabar membanggakan datang dari Kota Bengkulu yang berhasil menyabet penghargaan prestisius sebagai wilayah dengan “Best Investment Proposal 2026” untuk kategori Kawasan Industri Kota Bengkulu. Penghargaan tersebut dinilai akan menjadi daya dongkrak signifikan untuk meningkatkan daya saing daerah dan memperluas masuknya investasi ke Bumi Rafflesia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme para delegasi asing yang hadir. Ia berharap BRIEF 2026 tidak hanya menjadi ajang seremonial untuk menikmati keindahan alam dan budaya Bengkulu, tetapi benar-benar menghasilkan kerja sama bisnis yang konkret dan saling menguntungkan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, dalam arahannya menegaskan fokus pemerintah daerah saat ini adalah hilirisasi komoditas unggulan. Menurutnya, komoditas seperti kopi dan Crude Palm Oil (CPO) tidak boleh lagi hanya dijual dalam bentuk mentah, melainkan harus diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Langkah ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dari kisaran 5 persen menuju target 8 persen.
Selain hilirisasi, Pemprov juga mendorong percepatan pembangunan konektivitas infrastruktur pendukung investasi, termasuk kelanjutan pembangunan jalan tol dan jalur kereta api logistik.
“Forum investasi Bengkulu tahun 2026 ini tentunya menjadi momentum yang strategis bagi pemerintah daerah untuk benar-benar menyampaikan, memarket potensi-potensi daerah kita. Komitmen Bapak Gubernur sudah jelas bahwa hilirisasi menjadi satu kehadiran, baik itu hilirisasi kopi maupun CPO serta produk-produk unggulan lainnya. Semua adalah untuk mengakselerasikan agar program Astacitanya Bapak Presiden Prabowo juga bisa dijemput di Provinsi Bengkulu melalui peningkatan investasi,” kata Mian.
Usai menerima penghargaan bergengsi tersebut, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengungkapkan rasa syukur dan optimismenya. Ia menyebut penghargaan ini menjadi pelecut semangat bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Bengkulu untuk menciptakan iklim investasi yang semakin ramah dan terbuka.
“Alhamdulillah hari ini dalam kegiatan BRIEF, Kota Bengkulu mendapat predikat terbaik dalam hal kriteria investasi. Maka ke depan kita akan memberikan ruang seluas-luasnya, karpet merah kepada calon-calon investor. Perizinan semuanya gratis, kalau ada yang dipersulit, laporkan ke Walikota,” tegas Dedy dengan optimistis.
BRIEF 2026 sendiri dirancang dengan agenda yang komprehensif, mulai dari Investment Talks, Investment Project Pitching, Business Matching antar pelaku usaha, hingga pameran produk UMKM dan komoditas ekspor unggulan Bengkulu sebagai upaya menembus pasar global yang lebih menjanjikan..(*dd)










