Wali Kota Bengkulu Tinjau Taman Perjuangan, Apresiasi Peran Ojol Trantibum Jaga Ketertiban

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Kepala Satpol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang meninjau langsung kawasan Taman Perjuangan di Simpang Bank Indonesia (BI), Jumat (16/10)

Bengkulu||ISBCenter.com – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Kepala Satpol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang meninjau langsung kawasan Taman Perjuangan di Simpang Bank Indonesia (BI), Jumat (16/10).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi ruang publik sekaligus menyerap aspirasi dari komunitas ojek online binaan Satpol PP, yakni Ojol Trantibum yang kerap beraktivitas di lokasi tersebut.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Dedy Wahyudi memberikan apresiasi terhadap keberadaan komunitas ojol yang dinilai memberi dampak positif bagi kawasan Taman Perjuangan. Menurutnya, kehadiran para pengemudi ojol membuat taman lebih hidup dan terhindar dari aktivitas negatif.

“Jadi Satpol PP ini punya binaan ojek online (ojol) namanya Ojol Trantibum. Teman-teman ojol ini biasanya menunggu orderan dan nongkrong di sini. Justru itu bagus, karena selama ini tempat ini sering menjadi tempat minum-minum anak-anak muda yang kurang baik. Sekarang kawan-kawan ojol yang berkumpul di sini,” ujar Dedy.

Dedy menyebut keberadaan Ojol Trantibum menjadi bagian dari upaya Pemkot dalam mewujudkan ruang publik yang tertib, aman, dan nyaman bagi warga.

Saat berdialog dengan para pengemudi, Dedy menerima sejumlah masukan terkait fasilitas di taman, khususnya soal minimnya penerangan dan belum tersedianya bak sampah.

Menanggapi keluhan tersebut, ia memastikan pemerintah kota akan segera melakukan tindak lanjut.

“Tadi mereka ada keluhan soal lampu, kemudian juga bak sampah. Kami akan langsung drop nanti. Insyaallah, untuk lampu dan bak sampah langsung kami eksekusi,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang menjelaskan pembinaan komunitas ojol merupakan bentuk kolaborasi Satpol PP dengan masyarakat dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum. Komunitas ojol tidak hanya diajak untuk beraktivitas, tetapi juga dilibatkan dalam merawat fasilitas publik.

Salah satu wujud kolaborasi itu adalah kegiatan gotong royong membersihkan Taman Perjuangan bersama komunitas ojol dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu.

“Beliau meminta agar komunitas-komunitas ojek online ini dibina menjadi komunitas yang ikut serta memelihara ketenteraman masyarakat dan ketertiban umum. Salah satu kegiatan penting yang kami lakukan adalah memelihara dan membersihkan ruang-ruang publik,” kata Sahat.

Sahat juga menegaskan bahwa kawasan yang selama ini dikenal warga sebagai Taman BI secara resmi bernama Taman Perjuangan Pemerintah Kota Bengkulu.

Ke depan, taman tersebut akan didorong menjadi ruang publik yang lebih aktif dan produktif. Salah satu rencana yang disiapkan adalah menggelar pertunjukan musik akustik setiap akhir pekan, sehingga warga memiliki alternatif tempat bersantai selain Belungguk Point, Berendo, dan Pantai Panjang.

Tak hanya menjaga kebersihan taman, Satpol PP bersama komunitas ojol juga akan menggerakkan aksi sosial berupa gotong royong membersihkan masjid. Program ini akan menyasar masjid-masjid yang sering dilintasi komunitas ojol.

“Besok kita juga sama-sama mulai menggiatkan gerakan membersihkan masjid. Masjid-masjid yang sering dilihat oleh komunitas ojol akan kita bersihkan secara gotong royong. Paling tidak, dalam satu bulan ada dua masjid yang kita bersihkan bersama-sama,” ungkapnya.

Melalui pembinaan Ojol Trantibum, Pemkot Bengkulu berharap komunitas ojek online dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga ketertiban, merawat ruang publik, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat..(*dd)

Pos terkait