Bengkulu||ISBCenter.com – Polda Bengkulu bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu kembali melakukan penindakan di kawasan rawan peredaran narkotika. Operasi Sarang Narkoba digelar di kawasan eks lokalisasi Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, Jumat (9/10).
Operasi gabungan ini menerjunkan sebanyak 150 personel. Personel tersebut terdiri dari Ditresnarkoba Polda Bengkulu, Ditsamapta, Polresta Bengkulu, Bidpropam, Biddokkes Polda Bengkulu, serta tim dari BNNP Bengkulu. Kegiatan ini merupakan komitmen bersama dalam penegakan hukum sekaligus pencegahan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kota Bengkulu.
Dari hasil penyisiran di lokasi, petugas mengamankan dua orang terduga pelaku di sebuah warung. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa dua paket yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 0,5 gram. Barang haram tersebut disembunyikan di dalam bungkus rokok untuk mengelabui petugas.
Tidak hanya penindakan, petugas juga melakukan upaya deteksi dini melalui tes urine. Sebanyak 79 orang yang terdiri dari warga setempat dan pengunjung warung menjalani pemeriksaan urine. Hasilnya, 26 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba, termasuk dua orang yang kedapatan memiliki sabu 0,5 gram tersebut.
Puluhan orang yang positif tersebut bersama dua terduga pemilik sabu langsung dibawa ke Mapolda Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk dua orang terduga pemilik narkoba, saat ini akan dilakukan proses hukum sesuai dengan hasil pemeriksaan dan asesmen. Penyidik juga akan melakukan pengembangan perkara guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran di kawasan tersebut.
Kapolda Bengkulu Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid melalui Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto membenarkan adanya operasi tersebut. Ia menegaskan pemberantasan narkoba tidak hanya menitikberatkan pada penindakan.
Menurutnya, operasi ini juga menyasar aspek pencegahan, pemulihan bagi pengguna, serta penguatan peran aktif masyarakat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.
“Melalui operasi gabungan ini, masyarakat diharapkan semakin berani memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba di lingkungan sekitarnya,” singkatnya, Jumat (9/10)..(*rz)










