139 Sampel Takjil di Kota Bengkulu Aman dari Bahan Berbahaya

Pengambilan dan pengujian sampel takjil di pusat takjil Jalan S Parman Kelurahan Padang Jati, Kota Bengkulu,

Kota Bengkulu||ISBCenter.com – Sebanyak 139 sampel jajanan berbuka puasa atau takjil yang dijual di empat titik di Kota Bengkulu dinyatakan negatif dan aman dari bahan kimia berbahaya.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu, Yogi Abaso Mataram,S.Si.,Apt., usai pengambilan dan pengujian sampel takjil di pusat takjil Jalan S Parman Kelurahan Padang Jati, Jalan Pembangunan Kelurahan Padang Harapan, Kelurahan Panorama, Kelurahan Lingkar Barat, Kelurahan Kampung, dan Pasar Ramadan RBTV Kota Bengkulu.

“Kami selama tiga hari sejak Rabu (13/3/24) hingga Jumat (15/3/24) ini melakukan intensifikasi pengawasan di pusat takjil di Kota Bengkulu. Alhamdulillah, di pengawasan terakhir ini semuanya aman dari Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Metanil Yellow atau memenuhi syarat (MS) untuk dikonsumsi,” ujarnya, Jumat (15/3/24).

Yogi menjelaskan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai aneka bubur, gorengan, bakso, serabi, kemudian ada kue lapis, bolu dan berbagai macam minuman. Pemeriksaan dilakukan secara acak yang dicurigai mengandung bahan kimia berbahaya.

Uji sampel dilakukan di lokasi dengan menggunakan mobil Laboratorium Keliling sehingga masyarakat bisa mengetahui cepat hasil dari sampel yang diuji.

Adapun pada hari pertama BPOM memeriksa 50 sampel takjil dari Pasar Ramadan Kampung dan RBTV. Hari kedua 40 sampel takjil diperiksa dari Panorama dan Lingkar Barat, dan hari terakhir 49 sampel dari takjil di Jalan S Parman, dan

Selain uji sampel, petugas juga melaksanakan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) serta membagikan brosur kepada pembeli dan penjual terkait takjil yang aman sehingga masyarakat menjadi cerdas dalam memilih pangan aman.

“Pedagang juga diimbau untuk menjual jajanan takjil dengan memenuhi standar kesehatan seperti menutup dagangan, menggunakan celemek atau alat bantu capit untuk menghindari adanya cemaran fisik. Untuk masyarakat juga harus jeli dalam memilih jajanan yang akan dikonsumsi,” pungkasnya.(*HS )

Pos terkait