Kuansing||ISBCenter.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing terkendala sumber air untuk memadamkan kebakaran lahan.
Akibatnya pemadaman sulit dilakukan. Hingga hari ini, Selasa (29/10/2024), tim dari BPBD masih berjibaku di lokasi.

“Kami sedang di lokasi, tepatnya di Desa Kasang, Kuantan Mudik. Ada kebun yang terbakar, tim kewalahan karena sumber air jauh dari lokasi,” ujar Kepala BPBD Kuansing, Yulizar.
Padahal BPBD Kuansing telah mengerahkan tim satu regu lengkap dengan 7 unit mesin pemadam.
Namun kebakaran lahan yang terjadi sejak Senin (28/10/2024) kemarin itu belum berhasil dikendalikan.
“Luas lahan yang terbakar 7 Hektar, menjknag sore api sudah busa di padamkan, namun masih kita lanjutkan dengan prosea pendinginan lagi,” ujar Yulizar.
Yulizar mengatakan jika hari ini Karhutla belum juga terkendali, mereka akan meminta bantuan Water Bombing (WB) dari BPBD Provinsi Riau.
“Kita akan sterilkan kawasan sungai Kuantan dari aktivitas warga agar pengambilan air berjalan lancar,” ujar Yulizar.
Kepala BPBD Kuansing itu menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kondisi lingkungan di daerahnya masing-masing. Menurutnya, kerjasama antara BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam penanganan bencana di lapangan.
“Sinergi antara seluruh komponen ini menjadi kekuatan utama dalam meminimalisir dampak bencana. Namun, kami tetap mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan untuk pembukaan lahan baru, karena dampaknya bisa sangat luas dan merugikan,” tegas Yulizar.
Menutup keterangannya, Yulizar juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran atau kegiatan pembakaran lahan yang mencurigakan di wilayah mereka.
“Kami membuka jalur komunikasi melalui call center BPBD di nomor 08117575755. Silakan segera laporkan jika melihat adanya tanda-tanda kebakaran atau bencana alam lainnya. Kami siap merespons dengan cepat untuk mengamankan wilayah Kuantan Singingi,” tambahnya.
Kebakaran yang terjadi di Desa Kasang ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Kepala BPBD berharap tidak ada lagi praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, serta masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan demi kesejahteraan bersama.(*YH)










