Bengkulu||ISBCenter.com-Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu Bayu Andy Prasetya mengatakan Pendapatan Negara pada kinerja APBN di Bengkulu per 31 Agustus 2023 sebesar Rp2,03 triliun disusul Belanja Negara sebesar Rp9,45 triliun.
Hal itu Ia sampaikan dalam pers rilis Kinerja APBN Bengkulu per 31 Agustus 2023, Sabtu (30/9/23) malam. “Pendapatan Negara sebesar Rp2,03 triliun disusul Belanja Negara sebesar Rp9,45 triliun,” ujar Bayu.
Pada sektor perpajakan, realisasinya yakni berasal dari Pajak Penghasilan Non Migas Rp873 miliar dari target realisasi sebesar Rp1,049 triliun, Pajak Pertambahan Nilai Rp753 miliar dari target Rp1,413 triliun, Pajak Bumi dan Bangunan Rp37 miliar dari target Rp66 miliar, Pajak Lainnya Rp26 miliar dari target Rp46 miliar.
Kemudian sektor penerimaan Bea dan Cukai yakni Cukai Rp200 juta, Bea Masuk Rp100 juta dan Bea Keluar Rp6,64 miliar dari target Rp3,75 miliar. Sektor selanjutnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yakni PNBP Lainnya Rp171,79 miliar dari target Rp108,10 miliar, dan Pendapatan Badan Layanan Umum Rp166,71 miliar dari target Rp225,98 miliar.
DJPb pada sisi ini memberi catatan adanya Pertumbuhan Penerimaan Pajak sebesar 9,0%, Sementara pada Pajak Pendapatan Negara (PPN) Dalam Negeri mengalami kontraksi sebesar -5,9% yang dipengaruhi oleh penurunan harga sawit
Kemudian penerimaan negara juga dipengaruhi Pajak Lainnya yang mengalami kontraksi sebesar -3,9% karena transaksi yang dikenakan bea materai meningkat menjadi minimal Rp5 juta ke atas.
“Bea Masuk mengalami penurunan sebesar 77 % karena kiriman barang impor lewat PT POS sudah dipusatkan di Jakarta,” ungkapnya.
Pada Belanja Negara, DJPb melaporkan realisasi dari sektor Belanja Pegawai terealisasi Rp1,212 triliun dari pagu anggaran Rp4,622 triliun, Belanja Barang Rp1,115 triliun dari pagu Rp1,854 triliun, Belanja Modal Rp422 miliar dari pagu Rp829 miliar, Bantuan Sosial Rp10 miliar dari pagu Rp18 miliar.
Sektor Transfer Ke Daerah dan Dana Desa yakni Transfer Ke Daerah terdiri dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp4379 miliar dari pagu Rp6,207 triliun, Dana Alokasi Khusus Fisik Rp297 miliar dari pagu Rp895 miliar, Dana Alokasi Khusus Non Fisik Rp988 miliar dari pagu Rp1,413 triliun, dan Dana Bagi Hasil Rp211 miliar dari pagu Rp505 miliar, serta Dana Insentif Daerah Rp29 miliar dari pagu Rp30 miliar.
“Pada sektor Dana Desa sendiri realisasi penyalurannya sebesar Rp784 miliar dari pagu Rp1,043 triliun,” ujar Bayu.
Dari sisi Belanja K/L sebesar Rp2,76 triliun, terdapat pertumbuhan sebesar 18,8% dari tahun lalu. Pertumbuhan tertinggi pada Belanja Modal yang terealisasi 51,4%.
“Realisasi tertinggi disumbang oleh Belanja Pegawai,” katanya.
Selain itu pada Belanja TKD sebesar Rp6,69 triliun mengalami pertumbuhan sebesar 2,9% dari tahun lalu. Terdapat kontraksi pada DAU disebabkan oleh perubahan mekanisme penyaluran DAU, yang menyebabkan porsi penyaluran DAU yang tidak ditentukan penggunaannya menurun dibandingkan tahun sebelumnya.(*Da)










