Aksi FABB di Bengkulu Sempat Memanas, Diduga Ada Penyusup Minta Demonstrasi Dibubarkan

Aksi FABB di Bengkulu Sempat Memanas, Diduga Ada Penyusup Minta Demonstrasi Dibubarkan

Bengkulu||ISBCenter.com –  Aksi unjuk rasa akbar yang digelar Forum Aktivis Bengkulu Bersatu (FABB) di Kota Bengkulu, Senin (24/8/2026), sempat diwarnai ketegangan. Suasana yang awalnya kondusif mendadak memanas setelah muncul sekelompok orang yang diduga bukan bagian dari peserta aksi dan meminta agar demonstrasi dihentikan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kericuhan bermula ketika sejumlah orang dengan ciri mengenakan ikat kepala berwarna hitam tiba-tiba berada di tengah kerumunan massa FABB sambil meneriakkan agar aksi dibubarkan.

Akibatnya, saling dorong antar massa pun tak terhindarkan. Kedua kelompok sempat berhadapan dalam situasi yang cukup tegang. Beruntung, aparat kepolisian yang melakukan pengamanan sigap masuk ke tengah kerumunan dan langsung memisahkan kedua kelompok untuk mencegah terjadinya bentrokan yang lebih luas.

Hingga saat ini, identitas dan motif dari kelompok yang diduga penyusup tersebut belum diketahui secara pasti. Aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di lokasi, sementara aksi yang dilakukan FABB tetap dilanjutkan sesuai agenda.

Diketahui, FABB sebelumnya telah merencanakan aksi damai di tiga titik strategis, yakni Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, DPRD Provinsi Bengkulu, dan Kantor Gubernur Bengkulu.

Ketua FABB, Herman Lupti, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan matang terkait teknis pelaksanaan aksi, termasuk materi tuntutan yang akan disampaikan kepada publik.

“Teknisnya sudah kita matangkan. Orasi akan kita laksanakan di tiga titik sekaligus. Semua sesuai harapan dan tuntutan yang sudah kita tuliskan di spanduk besar,” ujar Herman Lupti.

Senada, Koordinator Aksi Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pembagian massa aksi dan penanggung jawab lapangan di setiap titik sudah disiapkan. Bahkan, FABB juga telah menyiagakan tim keamanan internal dan tim dokumentasi untuk memastikan aksi berjalan tertib.

“Kami ingin aksi ini tertib, damai, dan sampai pesannya. Spanduk besar berisi tuntutan rakyat akan kita bentangkan. Ini bukan anarkis, ini konstitusional,” tegas Dedi.

Adapun aksi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum. Beberapa isu yang disuarakan di antaranya terkait transparansi pengelolaan anggaran, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penegakan hukum yang berkeadilan dan bebas dari praktik korupsi.

“Isinya tuntutan yang nyata dan dirasakan masyarakat. Nanti pada tanggal 24 Agustus akan kita sampaikan secara terbuka kepada publik,” kata Herman.

Ia menegaskan, aksi ini merupakan wujud kepedulian putra daerah terhadap masa depan Provinsi Bengkulu.

“Kami anak daerah. Kami cinta Bengkulu. Demo ini bentuk cinta terhadap daerah. Kalau ada yang salah, kita luruskan bersama-sama. Kami ingin Bengkulu bebas dari korupsi agar menjadi lebih baik untuk anak cucu di masa yang akan datang,” pungkasnya..(*1dn)

Pos terkait