Bengkulu||ISBCenter.com – Hasil Riset Terhadap Jonathan Edward Vs Max Jukes
Nats Alkitab, Mazmur 112:1-10
“Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati”.
Mazmur 112:1-2
Tuhan janji bahwa anak cucu orang benar akan perkasa di bumi, bahkan keturunannya akan diberkati. Menjadi pertanyaan kita adalah, seperti apakah orang benar yang dimaksud dalam Alkitab? Jika kita membaca pada ayat 5-9, kita mendapatkan gambaran yang lebih spesifik siapakah dan bagaiamana orang benar yang di maksud.
*”Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya. Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.
Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya. Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan”.*
Mazmur 112:5-9
Alkitab menyebut orang percaya kepada Allah, adalah orang benar. Orang benar ini, bukan karena benar, tapi karena dibenarkan melalui kasih karunia Allah melalui Tuhan Yesus Kristus. Dan melalui ayat firman Tuhan di atas, kita bisa melihat beberapa ciri khas orang benar yang hidup dalam KEBENARAN Allah. Bahwa orang benar yang hidup dalam kebenaran Allah adalah orang yang dalam hidupnya menaruh belas kasihan kepada sesamanya, orang yang hidupnya suka memberi pinjaman tetapi dengan wajar, orang yang hatinya teguh atau tetap percaya kepada Allah walau banyak beban pergumulan hidupnya. Ia hidup dengan bermurah hati dan tentunya hidup dengan bijaksana di lingkungan di mana ia berada.
Kepada orang benar yang hidup dalam kebenaran Allah ini, ada janji tersendiri bahwa ia akan hidup dalam kebahagiaan, dan kebahagiaan yang dialaminya akan diteruskan atau dirasakan oleh orang-orang yang juga berani hidup dengan sifat-sifat ini diatas. Jadi, jika Allah mengatakan mereka berbahagia, maka mereka benar-benar berbahagia. Sebuah hasil riset dibawah ini memberikan gambaran sekaligus kesaksian yang jelas tentang perbedaan orang benar yang berani hidup dalam kebenaran.
Jonathan Edward & Max Jukes
Benjamin B. Warfield dari Amerika Serikat. Melakukan riset terhadap keturunan dari Jonathan Edward & Max Jukes. Riset dilakukan setelah 200 tahun mereka meninggal. Kedua orang yang diriset ini adalah orang yang hidup dalam jaman yang sama, waktu yang sama, kota yang sama, juga sekolah yang sama. Yang membedakan JE menekankan “takut akan Tuhan” dalam hidup keluarganya, sedang MJ tidak pernah, mereka hidup semaunya sendiri. Inilah hasilnya riset Benjamin B. Warfield yang mencengangkan dunia :
MAX JUKES
Max Jukes memiliki 1026 keturunan dan hasil sebagai berikut :
300 orang pernah di penjara rata2 13 thn.
440 orang hidup pesta pora dan mabuk2an.
100 orang pecandu alkohol.
310 orang hidup sangat miskin dan sbg gelandangan.
55 orang jadi korban kenajisan.
130 orang menjadi pelaku tindak kriminal.
60 orang sbg pencuri dan perampok.
190 orang sebagai pelacur.
7 orang sebagai pembunuh.
Menurut riset Benjamin B. Warfield ini, tidak seorang pun dari keturunan Max Jukes yang bisa memberikan kontribusi yang baik kepada lingkungannya, bahkan keturunan Max Jukes mereka menjadi beban Negara, bahkan memiliki hutang sebesar $1,200,000. Lalu bagaiamana dengan keturunan Jonathan Edwards?
JONATHAN EDWARDS
Jonathan Edwards memiliki keturunan sebanyak 929 orang, dengan hasil sebagai berikut :
300 orang pendeta, misionari dan guru Alkitab.
120 orang sbg Profesor.
14 orang sebagai Rektor Universitas.
60 orang sbg pengarang buku yang baik dan terkenal.
60 orang lebih menjadi Dokter.
110 orang menjadi Pengacara.
Beberapa menjadi Pengusaha yang terkenal di USA.
3 jadi anggota Konggres
1 orang sebagai Wakil Presiden Amerika.
Dan tidak seorangpun berhutang pada negara.
Saudaraku, bagaiaman kehidupan anda saat ini? Anda saat ini ada di posisi mana? Orang benar hidup dengan cara benar, orang benar dengan cara hidup salah? Atau orang yang sama sekali tidak meresponi panggilan Allah? Bisa saja nanti, suatu saat ada seseorang yang akan memperlihatkan keturunan kita setelah kita kembali kepada Tuhan. Tapi paling tidak Tuhan punya rekam jejak hidup kita, yang tidak akan pernah salah. Sementata hasil riset ini telah menunjukan secara real tentang Allah yang konsisten dengan janji-janji-Nya. Marilah kita menjadi orang benar dan yang hidup secara benar. Tuhan memberkati.
Penulis: Pdt. Yusak, S. Th
Penatua GKKD Bengkulu










