Bengkulu||ISBCenter.com – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Wakil Bupati Seluma Gustianto. Kerabatnya yang datang dari Sumatera Selatan meninggal dunia saat berenang di lokasi wisata Air Sungai Kabupaten Seluma.
Korban bernama Agus Suryanto asal Palembang. Ahmad Zaki (20) yang merupakan pihak keluarga korban menuturkan, kronologis peristiwa bermula saat keluarganya datang ke lokasi Air Sungai Seluma menggunakan 2 unit mobil.
Mendekati lokasi berenang, mobil yang digunakan diparkir di Pondok Pesantren Air Raudhah, Kelurahan Lubuk Kebur, Kecamatan Seluma, pada Selasa (1/4) sore sekitar pukul 15.30 WIB.
Untuk menuju bibir sungai, rombongan ini pun berjalan kaki menuju ke sungai Air Seluma melewati persawahan.
Setiba di sungai Air Seluma, Tony Ardiansyah bersama anaknya Ahmad Zaki dan adiknya berniat menyurvey sungai yang akan menjadi tempat pemandia di TKP Lubuk Muara Masat Hilir jembatan bendung Sungai Air Seluma.
Ketika sadar lokasi pemandian airnya dalam, ketiganya pun berhasil berenang ke tepian.
Hanya berselang beberapa menit, adik perempuannya bernama Sisi justru menyusul berenang ke sungai dan nyaris tenggelam., beruntung berhasil diselamatkan oleh Agus Suryanto kakak dari Tony Ardiansyah.
Karena faktor umur dan baru selesai sembuh dari sakit, Agus Suryanto yang merupakan PNS Dishub Sumatera Selatan malah terbawa arus sungai dan tenggelam.
Melihat kakaknya tenggelam, Tony Ardiansyah pun menyusul ingin menyelamatkannya, namun justru ikut terseret arus namun masih bisa selamat.
“Tadinya kami hanya ingin mandi dan berenang pak, awalnya saya bertiga dengan adik dan ayah saya survey tempat pemandian di sungai ternyata airnya dalam, pas kami berhasil berenang ke tepian, malah adik kami Sisi menyusul dan nyaris tenggelam beruntung diselamatkan almarhum,” terang Ahmad Zaki.
Usai berhasil diselamatkan, kedua korban kemudian dievakuasi warga Kelurahan Lubuk Kebur, Kecamatan Seluma dalam kondisi lemas.
Keduanya kemudian ditandu untuk diangkut menggunakan ambulan ke IGD RSUD Tais.
Namun setelah sempat menjalani pertolongan medis, nyawa Agus Suryanto tidak dapat diselamatkan atau dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.36 WIB.
Direktur RSUD Tais, dr. Evaroida Siahaan, mengatakan, dari hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah dan pernapasan tak terukur, nadi teraaa sangat lemah, serta pupil dalam kondisi midriasis.
Tim medis langsung melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) lebih dari 10 siklus, memberikan cairan infus, dan memantau aktivitas jantung melalui EKG, namun hasilnya tetap flat.
Pasien sudah tidak memberikan respons terhadap tindakan medis yang dilakukan. Dengan kondisi tersebut, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.36 WIB.
“Saat dibawa ke IGD, pasien sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan tubuh membiru, pasien dinyatakan meninggal sekitar pukul 18.36 WIB,” jelas dr. Evaroida.
Sementara itu pasien lainnya yakni Toni Ardiansyah (52) sudah mulai dalam kondisi stabil dan sedang observasi di IGD RSUD Tais.
Sedangkan jenazah almarhum Agus Suryanto langsung dibawa pulang ke rumah keluarganya di Tanah Lupis, Kelurahan Pasar Tais, Kecamatan Seluma.(*Rozi )










