Bengkulu||ISBCenter.com – Sekitar 50 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristiani di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu mengikuti Persekutuan Doa Retret Merah Putih yang digelar di Aula Bapelkes Provinsi Bengkulu, Rabu (19/8/2026).
Persekutuan dilayani oleh Pdt. Yusak, S.Th sebagai pengkhotbah dan Bapak Yokanan sebagai liturgos, dengan mengangkat tema “Menjadi Garam dan Terang di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu” yang berpusat pada Matius 5:13-14.
Dalam renungannya, Pdt. Yusak menekankan bahwa keberadaan ASN Kristiani di pemerintahan bukan kebetulan, melainkan ladang pelayanan untuk menghadirkan karakter Kristus.
Sebagai garam, ASN dipanggil memberi rasa dan mencegah kerusakan moral, sementara sebagai terang dipanggil menghadirkan kejujuran, integritas, kedisiplinan dan kasih dalam pelayanan publik.
“Kantor adalah ladang pelayanan, jabatan adalah kepercayaan, dan pekerjaan adalah kesempatan untuk menjadi saksi Kristus,” pesan dalam renungan tersebut.
Persekutuan juga mengingatkan tantangan ASN Kristiani saat menghadapi dilema di tempat kerja, seperti tekanan kepentingan, gratifikasi, permintaan perlakuan khusus, hingga budaya yang menyimpang.
ASN Kristiani diajak untuk tetap berpegang pada aturan, menyampaikan pendapat dengan santun, menghormati pimpinan, namun tidak mengorbankan kebenaran.
“Lebih baik kehilangan keuntungan daripada kehilangan integritas. Jangan karena ingin mempertahankan jabatan, kita kehilangan karakter,” menjadi refleksi bersama.
Melalui tema garam yang tidak menjadi tawar, ASN diajak menunjukkan iman lewat hal sederhana: tepat waktu, jujur dalam laporan, menjaga perkataan, menghormati rekan kerja, dan melayani masyarakat dengan ramah.
Persekutuan ini diharapkan menjadi momentum bagi ASN Kristiani Pemprov Bengkulu untuk menghidupi prinsip: bekerja secara profesional sebagai ASN, tetapi bekerja dengan karakter Kristus, sehingga melalui perbuatan baik, Tuhan dimuliakan..(*ys)










