Kuansing||ISBCenter.com – Dugaan kebocoran sistem barcode BBM subsidi kembali mencuat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Kali ini,
Seorang warga, Candra Winata, menjadi korban setelah kuota Pertalite miliknya diduga disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/4/2026) pagi. Candra, pemilik mobil Mitsubishi Outlander BM 1896 KN, dibuat terkejut saat hendak mengisi BBM di SPBU Koto Gunung, Kecamatan Gunung Toar. Setelah mengantre, ia justru mendapat informasi bahwa kuota BBM miliknya telah habis digunakan di SPBU lain.
Data transaksi menunjukkan, kuota tersebut dipakai pada pukul 09.37 WIB di SPBU 14.295.678 Kebun Nanas, Kuantan Tengah, dengan jumlah pengisian mencapai 20,01 liter. Padahal, saat itu kendaraan dan barcode fisik masih berada di tangan Candra di lokasi berbeda.
Candra menduga kebocoran terjadi akibat penyalahgunaan foto barcode miliknya yang sempat diberikan kepada seorang oknum karyawati SPBU Kebun Nanas beberapa waktu lalu, saat ponselnya kehabisan daya.
“Saya sangat kecewa. Saya antre lama, tapi kuota saya sudah dipakai di tempat lain. Saya hanya pernah memberikan foto barcode itu kepada satu orang,” ujarnya.
Merasa dirugikan, Candra memberi ultimatum 1×24 jam kepada pihak terkait untuk bertanggung jawab. Jika tidak ada itikad baik, ia mengaku akan membawa kasus ini ke jalur hukum dengan mengacu pada pelanggaran UU Migas dan UU ITE.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU Kebun Nanas belum memberikan keterangan resmi. Padahal, sesuai prosedur, petugas SPBU wajib mencocokkan nomor polisi kendaraan dengan data barcode sebelum melakukan pengisian BBM subsidi.
Kasus ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan distribusi BBM subsidi di daerah. Masyarakat mendesak pihak terkait, termasuk Pertamina dan aparat penegak hukum, untuk bertindak tegas terhadap dugaan praktik curang yang merugikan konsumen..(*yh)










