Bengkulu||ISBCenter.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu (Basarnas) menjalin kerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu, Angkasa Pura II Bengkulu, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bengkulu, dan Rumah Sakit M Yunus untuk meningkatkan keselamatan, dan keamanan, dalam layanan navigasi penerbangan serta operasi pencarian.
Penandatanganan perjanjian dilakukan di Hotel Santika Kota Bengkulu pada Sabtu malam (20/4/24) dan dihadiri oleh Kepala BMKG Klaus JA Damanik, Kepala Stasiun Meteorologi Tri Widiarjo, Kepala Stasiun Geofisika Anton Sugiharto, Ketua DPW PPNI Fauzan, Sekretaris Bandara AP II Fatmawati Soekarno Arie S, dan perwakilan dari RS M Yunus. Kepala Pusat Data dan Informasi Basarnas, Didi Hamzar, menyaksikan acara tersebut melalui pertemuan Zoom.
Kepala Kantor SAR/Basarnas Bengkulu, Muslikun Sodik menyatakan bahwa kerjasama tersebut bertujuan untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan penerbangan sesuai dengan kesepakatan bersama. Keterlibatan BMKG akan memberikan data meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang berharga untuk proses evakuasi yang efektif dan mitigasi bencana.
“Kolaborasi di antara pemangku kepentingan penerbangan adalah dasar yang harus terus diperkuat melalui kerja sama teknis dan kegiatan simulasi operasional. Sementara penyelamatan di area Bandara, itu Angkasa Pura II memiliki emergency receptacle yang sudah dilaksanakan,” kata Muslikun.
Selain itu, kerja sama dengan BMKG melalui data satelit, radar, atau alat BMKG lainnya yang digunakan untuk keperluan penerbangan, dan keadaan darurat, sangat penting dilakukan. Kemudian kolaborasi dengan PPNI sendiri juga sangat penting terkait penanganan pertama pada kecelakaan (P3K) dalam pelaksanaan evakuasi. Dalam hal peningkatan keahlian tim penyelamat juga perlu memperkuat pengetahuan tentang kesehatan.
“Jangan nanti ketika kita akan menyelamatkan orang, justru malah melukainya ketika tidak memiliki keterampilan. Peluang kerjasama dengan pelibatan PPNI dan Rumah Sakit dalam proses evakuasi dan penyelamatan juga sangat mungkin dilakukan mengingat personil kami yang terbatas,” jelasnya.(*Rozi )










