Bengkulu Selatan || ISBCenter.com- Ikan sidat temasuk ke dalam famili Anguillidae dan dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan banyak nama daerah. Khususnya Masyarakat di Kabupaten Bengkulu Selatan yang lebih mengenal Ikan Sidat dengan nama Ikan Pelus.
Cukup tingginya minat mengkonsumsi Ikan Sidat bagi Masyarakat Bengkulu Selatan khususnya di wilayah Kecamatan Kedurang dan Kecamatan Air Nipis, mengancam populasi ikan yang menjadi Primadona hingga ke mancanegara, khususnya di Negara Jepang.
Bagaimana tidak, Ikan sidat memiliki peminat yang banyak dan menjadi primadona di negara Jepang, ternyata memiliki segudang manfaat yang ditawarkannya. Kandungan protein, lemak, dan mikronutrien yang sangat tinggi baik untuk dikonsumsi seluruh kalangan, mulai dari bayi hingga usia lanjut.
Bahkan manfaat mengkonsumsi ikan sidat dapat meningkatkan status gizi, yaitu meningkatkan berat badan dan tinggi badan anak balita pendek (stunted), sehingga dengan mengkonsumsi Ikan Sidat menjadi salah satu hal penting bagi pertumbuhan anak-anak balita.
Untuk menjaga populasi Ikan Sidat agar tidak punah, melalui keputusan Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan Goa Suruman yang berada di Desa Batu Ampar dan Bendungan Selepah Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan menjadi habitat Pelus atau Sidat yang tidak boleh diburu.
Dalam upaya menjaga populasi Ikan Sidat, Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan memastikan tidak ada aktifitas perburuan ikan Sidat atau Pelus di dua lokasi tersebut.
Santono, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten menjelaskan, Kesepakatan antara KKP dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan tersebut bertujuan untuk menjaga Populasi Ikan Sidat agar tidak Punah.
”Sudah ditetapkan tidak boleh lagi untuk diburu khusunya Batu Ampar dan Bendungan Selepah, kalau wilayah lain boleh,” Ungkap Santono dengan tegas.
(**Renald Ayubi)










