Seluma||ISBCenter.com – adat istiadat merupakan masih sangat kental didua desa,Dea Nanti Agun dan petai Kayu dikecamatan Semidang alas ( SA ) kabupaten Seluma.
Disamping adat istiadat kegotong Royongan antara masyarakat nya masih Koko dalam menjalankan melaksanakan kegiatan kegotong royongan sesama nya.
Azas tantanan adat sumber cayo masih terjaga sepanjang masa dari generasi ke generasi didesa Nnati Agung Petai Kayu bumi semidang empat.
Majlis Takmir Masjid Al Hidayah desa Nanti Agung Petai Kayu,berawal dari musibah kematian berulang kali dalam setiap tahun yang ditempatk dipemakaman umum tidak ada tempat berteduh disaat proses pengantaran dalam musibah.
Kadang-kadang panas terik mata hari kadang-kadang hujan lebat saat proses pengantaran musibah,maka nya dalam hal ini timbul pemikiran dan kemupakatan antara jamaah majlis Takmir Masjid Al Hidayah,untuk segera di bangun tempat berteduh diareal tempat pemakaman berkerja sama dengan toko jamaah masjid sdr MAHIDIN alias Cadok.
Beliau menyampaikan bermusyawarah sehabis sholat Jum,at sebelum nya,jadi segenap jamaah yang hadir menyutujuhi hasil kemupakatan musyawarah akan membangun tempat berteduh diareal tempat pemakaman.
Dengan atusias oleh jamaah menanggapi dalam bentuk bergotong royongan atau swadayah memberikan sumbangan berupa pasir,semen,batu,seng ataupun barang matrial lain nya.
Dengan hasil gotong royongan atau toko sesepuh masyarakat desa Nanti Agung Petai Kayu,hal hasil tahap pembangunan pada saat ini sedang berjalan.
Disamping itu kegiatan majlis ta,lim pembelajaran yasinan dan Tausiyah rutinan yang diisi oleh toko ust muda Tegu Rois alumni Fakultas tafsir UIN Bengkulu yang merupakan sahabat karib imam sdr Susanto.
Alhamdulilah tangapan toko sesepuh dan jamaah yang didasari asas musyawarah dan mupakat sehinga terwujud dan berjalan sesuai dengan harapan. ( As )










