Bengkulu||ISBCenter.com – Penulisan makalah yang dikaitkan dengan visi misi Kepala Daerah khususnya pada Kepemimpinan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menjadi salah satu penentu peserta Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, melaju pada tahap akhir yakni Wawancara yang diagendakan pada Sabtu, 29 Juli 2023 mendatang.
Pada tahap akhir itu, kemampuan personal dari sisi memahami masalah yang terjadi di Provinsi Bengkulu, strategi untuk mengelola atau memanajemen masalah dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada serta kemampuan mengambil keputusan sebagai pimpinan tertinggi dalam Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) sesuai tema yang diangkat dalam penulisan makalah akan benar-benar diuji Panitia Seleksi (Pansel).
Hal itu pula yang melatarbelakangi kelima calon Sekda, mengangkat topik yang dikuasai sekaligus menuangkan pikiran dan ide-idenya kedalam makalah yang disajikan dalam bentuk tulisan tangan dengan tetap menyesuaikan dengan visi dan misi Kepala Daerah.
“Dalam penulisan makalah yang diangkat tentang persoalan dalam lingkungan Pemerintah Bengkulu. Artinya karena ini sebagai Sekda, sebagai Pembantu Gubernur yang memotret persoalan-persoalan. Baik itu persoalan terhadap pembangunan secara umum, birokrasi, kemudian bagaimana persoalan berkaitan dengan program-program strategis nasional dan daerah yang harus diselesaikan di masa pemerintahan 2021-2024,” ungkap Herwan Antoni, salah seorang peserta seleksi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu terkait makalah yang dibuat.
Kendati mengalami kesulitan dalam penulisan makalah karena harus disajikan dalam bentuk tulisan tangan sembari berfikir keras, namun dirinya tetap optimis dan semangat melaju sampai akhir tahapan.
Demikian dengan Ersan Syahfiri yang saat ini menjabat sebagai Sekda Kabupaten Kaur. Kendati merupakan satu-satunya peserta dari tingkat Kabupaten, namun ia tidak gentar untuk menghadapi pesaing lainnya.
“Saya kira sesuai dengan yang didengungkan, semua punya peluang dan kesempatan. Jadi ya kita ikuti saja proses ini, tinggal nanti bagaimana penentuan oleh pansel.” ujarnya tetap percaya diri.
Dalam penulisan makalah, Ersan yang sudah berpengalaman mendampingi Kepala Daerah dengan jabatannya selama 2,5 tahun sebagai Sekda Kaur tersebut mengangkat tema Provinsi Bengkulu sebagai Kota Vokasi dalam rangka mengentaskan kemiskinan serta mengurangi angka pengangguran.
“Mudah-mudahan dengan Bengkulu sebagai Kota Vokasi menjadi pilot project seluruh daerah, seluruh provinsi nantinya bisa mengikuti sebagai Kota Vokasi (berbasis keterampilan).” katanya.
Disisi lain, Isnan Fajri juga mengungkapkan dalam penulisan makalah dirinya lebih memfokuskan pada pencapaian visi misi yang dimulai dari tahapan perencanaan dan penganggaran yang dilatarbelakangi pengalamannya sebagai Kepala Bappeda dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bengkulu.
“Mudah-mudahan apa yang kita tulis, memang bisa kita pertahankan pada saat wawancara dengan Pansel. Karena yang kita tulis, yang kita tahu, yang kita paham dan yang kita kerjakan,” ujarnya.
Menjawab tingginya peluang dirinya terpilih menjadi Sekda dalam seleksi ini, Isnan Fajri hanya berseloroh, “Saya tertinggi, karena saya paling tinggi (tinggi badan) di antara calon yang lain.” katanya.
Demikian saat ditanyakan tentang kandidat yang menjadi saingan terberatnya, Kepala BPKAD Provinsi Bengkulu itu kembali melemparkan candaan. “Semua berat, terutama yang timbangannya diatas saya.” ungkapnya sembari menambahkan bahwa dirinya tetap optimis dan akan menyiapkan diri pada tahap wawancara mendatang.
Untuk diketahui, lima peserta yang akan mengikuti seleksi wawancara pada Sabtu mendatang yakni Ersan Syahfiri, Herwan Antoni, Isnan Fajri, Karmawanto dan Supran.
Para peserta ini nantinya akan diwawancarai langsung oleh Panitia Seleksi yang diketuai Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr H Suhajar Diantoro, MSi bersama anggotanya Prof. Ridwan Nurazi, Prof. Dr. Herawan Sauni, SH, MS, Prof. Dr. H. Rohimin, MAg dan Edi Waluyo.
“Nanti Pak Suhajar Diantoro akan datang dan turut mewawancarai langsung pada hari Sabtu (29/7), jam 13.30 WIB mendatang,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, Gunawan Suryadi, Rabu (26/7)..(*Rozi)










