seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu Anang Anwar mengatakan dahsyatnya, potensi gelombang tsunami yang ditimbulkan gempa berkekuatan 8,9 SR bisa mencapai ketinggian 15 meter dari permukaan laut.
Gempa tersebut akan terjadi jika lempeng yang berada di wilayah perairan Kabupaten Mukomuko dekat dengan wilayah perairan kepulauan Mentawai Sumatera barat pecah.
Pasalnya hingga saat ini di lokasi tersebut lempeng yang ada di sana masih belum pecah.
“Dampaknya bahkan akan sampai juga ke Kota Bengkulu dengan potensi gelombang tsunami mencapai 11 meter sampai 14 meter,” ungkap Anang.
Bengkulu sendiri berada di wilayah ring of fire, merupakan wilayah yang dilalui oleh rangkaian gunung berapi.
Sehingga potensi gempa memang lebih besar jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah lainnnya yang tidak masuk dalam wilayah ring of fire.
“Kita Bengkulu ini peluang terjadinya pergeseran lempeng itu cukup besar,” ujar Anang.
Kabar akan adanya gempa besar 8,9 SR yang akan melanda Provinsi Bengkulu dari patahan yang ada di Mukomuko dekat kepulauan Mentawai ini sebelumnya sudah pernah membuat geger masyarakat di tahun 2019 lalu.
Namun BMKG sendiri mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu panik, dan terus memantau informasi yang diberikan oleh BMKG Bengkulu.
“Masyarakat tetap harus waspada dengan potensi bahaya akibat gempa. Selain itu kita juga sudah ada rambu-rambu jika terjadi bahaya masyarakat dapat melakukan evakuasi,” kata Anang.(**isb/info_bmkg_bengkulu )










