Bupati Lahat Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Inpres Pembentukan Koperasi Merah Putih

Bupati Lahat Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Inpres Pembentukan Koperasi Merah Putih

Lahat||ISBCenter.com – Bupati Lahat Bursah Zarnubi mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Senin (19/05/2025).

Rakor ini berlangsung di ruang Ops Room Pemerintah Kabupaten Lahat, didampingi oleh Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto SIK, MIK, perwakilan Dandim 0405/Lahat, perwakilan Kejaksaan Negeri Lahat, serta sejumlah pejabat dari lingkungan Pemkab Lahat.

Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan, jajaran pejabat tinggi madya dan pratama kementerian/lembaga, serta para gubernur, wali kota, dan bupati dari seluruh Indonesia secara virtual.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam menyukseskan pengendalian inflasi serta percepatan pembentukan koperasi desa dan kelurahan. Ia mengingatkan bahwa kepala desa maupun lurah berada di bawah pembinaan kepala daerah, sehingga tanggung jawab keberhasilan program nasional juga melekat pada bupati dan wali kota.

“Para kepala daerah memiliki kewenangan pembinaan dan pengawasan terhadap kepala desa dan lurah. Jika ada yang tidak mendukung program nasional seperti pembentukan koperasi Merah Putih ini, maka dapat dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga pemberhentian,” tegas Tito.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti dalam paparannya menyampaikan perkembangan inflasi dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ketiga Mei 2025. Tercatat adanya kenaikan IPH di tujuh provinsi, antara lain Papua Tengah, Maluku, Papua, Maluku Utara, dan Kalimantan Selatan, yang dipicu oleh komoditas seperti cabai rawit dan cabai merah.

“Sebaliknya, IPH menurun di 31 provinsi lainnya. Pemerintah daerah perlu merespons data ini dengan langkah konkret di lapangan, seperti menjaga kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dan memperkuat cadangan pangan strategis,” ujar Amalia.

Bupati Lahat Bursah Zarnubi menyatakan komitmen daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung program nasional yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Kami mengikuti rapat ini sebagai bagian dari komitmen daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, khususnya menjelang pertengahan tahun yang rawan fluktuasi harga. Kami juga siap menyukseskan percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan se-Kabupaten Lahat,” ujar Bursah.

Rakor ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan inflasi serta mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Pemerintah berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi tulang punggung perekonomian desa dan kelurahan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari bawah.(*AY)

Pos terkait