Debat Pilgub Bengkulu Sempat Ricuh, Ini Penyebabnya

Pelaksanaan Debat Terbuka Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Wakil Gubernur Bengkulu Periode 2024 - 2029

Bengkulu||ISBCenter.com – Pelaksanaan Debat Terbuka Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Wakil Gubernur Bengkulu Periode 2024 – 2029, yang diselenggarakan di hotel Mercure, Kamis (31/10) sempat ricuh karena adanya alat peraga yang digunakan pendukung pasangan calon nomor urut 1 digunakan di ruang debat.

Adanya alat peraga berupa kipas berbentuk tangan dan simbol angka tersebut, langsung di protes pendukung pasangan nomor urut 2.

Bacaan Lainnya

“Itu alat peraga tidak boleh,” ujar Usin Abdisyah Putra Sembiriring, salah seorang pendukung pasangan nomor urut 2 yang juga disuarakan pendukung lainnya sembari meminta agar panitia melakukan penertiban.

Sementara itu, pihak pendukung pasangan nomor urut 1 sempat menolak dan berkilah bahwa atribut tambahan yang mereka gunakan sudah dikoordinasikan ke pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu sehingga atribut itu bisa masuk ke ruang debat.

“Ini kan panitianya dari KPU, kami sudah koordinasikan makanya ini bisa masuk ke ruang debat ini. Kalau memang dilarang pasti tidak bisa masuk sini,” ungkap Kusmito Gunawan, menanggapi atribut yang dibawa pendukung nomor urut 1 itu.

Debat akhirnya bisa dilanjutkan, dan disepakati tidak ada tambahan atribut yang digunakan.

Saat ini pelaksanaan debat sesi pertama dengan tema Transformasi Sosial dan Ekonomi Sumber Daya Manusia dan Keamanan Daerah, masih berlangsung.

Pasangan nomor urut 1, Helmi Hasan dan Mian serta Pasangan nomor urut 2, Rohidin Mersyah dan Meriani, terlihat sengit berdebat dengan memaparkan keunggulan visi dan misi pencalonan masing-masing pasangan. (*Rozi)

Pos terkait