Diapresiasi Tim Surveyor Kemenkes, Sekdaprov Riau Optimistis RSUD Arifin Achmad Raih Akreditasi Sebelum Akhir Tahun

Ketua Dewan Pengawas RSUD Arifin Achmad, Syahrial Abdi

Riau||ISBCenter.com – Komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terus diperkuat. Sekretaris Daerah Provinsi Riau selaku Ketua Dewan Pengawas RSUD Arifin Achmad, Syahrial Abdi, mengikuti tahapan wawancara dalam proses akreditasi rumah sakit kebanggaan masyarakat Riau tersebut di Pekanbaru, Senin (12/10/2026).

Dalam proses wawancara bersama Tim Surveyor dan Pengampu Asesor Kementerian Kesehatan RI, Syahrial memaparkan secara komprehensif progres transformasi manajemen, perbaikan pelayanan medis, hingga capaian kinerja keuangan RSUD Arifin Achmad.

Bacaan Lainnya

Proses akreditasi ini menjadi sangat krusial mengingat status akreditasi rumah sakit rujukan utama di Provinsi Riau tersebut akan segera berakhir. Pemerintah Provinsi menargetkan seluruh proses dapat tuntas sebelum pergantian tahun.

Di hadapan tim surveyor, Syahrial menjelaskan bahwa pembenahan sistem manajemen yang dilakukan secara konsisten telah menunjukkan hasil nyata. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya kepercayaan masyarakat yang berbanding lurus dengan lonjakan jumlah kunjungan pasien.

“Alhamdulillah dari yang kita paparkan tadi, mereka juga cukup mengapresiasi langkah kita dalam perbaikan pelayanan. Hal itu terbukti dengan berbanding lurusnya angka perbaikan pelayanan, kunjungan pasien dan tergambar dari progres capaian RSUD Arifin Achmad sebagai BLUD,” kata Ketua Dewan Pengawas RSUD Arifin Achmad, Syahrial Abdi, di Pekanbaru, Senin (12/10/2026).

Lebih lanjut, Syahrial mengungkapkan bahwa perbaikan dari sisi pelayanan juga diikuti dengan penguatan kemandirian keuangan rumah sakit sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kinerja keuangan yang semakin sehat dinilai akan membawa dampak positif bagi efisiensi anggaran daerah.

Menurutnya, jika RSUD Arifin Achmad mampu mandiri secara maksimal, maka ketergantungan terhadap suntikan dana APBD akan semakin berkurang dan anggaran tersebut dapat dialihkan untuk program kesehatan lainnya yang lebih menyentuh masyarakat.

“Oleh karena itu, karena capaian secara keuangan juga sudah membaik, maka untuk berikutnya fungsi BLUD itu benar-benar bisa mandiri dan maksimal. Dengan demikian, nanti porsi APBD untuk supporting BLUD akan lebih sedikit, yang akhirnya kita bisa mengalihkan untuk penggunaan kesehatan ataupun pelayanan masyarakat lainnya,” ujar Syahrial menjelaskan dampak efisiensi anggaran.

Syahrial menegaskan, Pemprov Riau tidak akan berpuas diri dengan capaian saat ini. Evaluasi berkelanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan RSUD Arifin Achmad tetap menjadi rumah sakit rujukan yang unggul dengan fasilitas medis yang memadai dan pelayanan yang humanis bagi seluruh masyarakat Riau.

Keberhasilan RSUD Arifin Achmad ini juga diharapkan dapat menjadi role model dan pemicu semangat bagi rumah sakit milik Pemprov Riau lainnya, seperti RS Petala Bumi dan RSJ Tampan, untuk terus berbenah.

Terkait target akreditasi, Syahrial optimistis proses akan berjalan lancar dan selesai tepat waktu.

“Karena masa Akreditasi sebelumnya akan berakhir pada Desember. Target kita sebelum pergantian tahun sudah selesai Akreditasi,” pungkas Syahrial menegaskan target penyelesaian proses akreditasi..(*ay)

Pos terkait