Diduga Mangkrak, Warga Pertanyakan Pembangunan Gedung Serba Guna Desa Air Sulau

Diduga Mangkrak, Warga Pertanyakan Pembangunan Gedung Serba Guna Desa Air Sulau

Bengkulu Selatan||ISBCenter.com – Pembangunan gedung serba guna di Desa Air Sulau Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan yang mengunakan anggaran dana desa tahun 2023 di duga mangkrak.

Diduga Mangkrak, Warga Pertanyakan Pembangunan Gedung Serba Guna Desa Air Sulau

Dari informasi yang di dapatkan media online ISBCenter.com, dari warga desa setempat yang enggan di tulis namanya, menjelaskan bahwa kami mempertanyakan tentang pembangunan gedung serba guna ini menelan dana sebesar 215 jt yang berasal dari Dana Desa, tapi kenapa bisa berhenti atau tidak dikerjakan lagi.

Bacaan Lainnya

“Kami meminta kepada Kepala Desa agar bisa menjelaskan ke masyarakat kenapa pekerjaan tersebut bisa berhenti,” ujar salah seorang warga.

Hasil pantauan di lokasi gedung serba guna bahwa Lantai, Plafond dan Cat belum dikerjakan ini banyak menjadi pertanyaan masyarakat, apa perencanaan yang keliru atau pengelolaan dananya yang tidak beres, padahal seblum di laksanakan pembangunan gedung serba guna ini melewati proses dari musyawarah desa, perencanaan awal termasuk alokasi dana yang diperlukan.

Lanjut warga bahwa untuk ukuran bangunan 8 m x 14,5 m.dengan dana 215 jt harusnya bisa selesai, dan tidak berhenti seperti saat ini, diduga memang ada yang salah dalam pelaksanannya.

“Kami minta kepada pihak yang berkompeten mengawasi seperti inspektorat yang ada di Bengkulu Selatan segera turun lakukan pemeriksaan, karna ini masih tahun berjalan sebelum tutup buku ujarnya,” ujar warga.

Dilain tempat Kades Air Sulau Sri Mulyati saat di kompermasi di ruang kerjanya kantor desa air sulau Selasa 29 Agustus 2023, menurutnya pembangunan gedung serba guna itu memang tidak bisa di selesaikan lagi tahun ini, karna dananya tidak ada lagi dan tahun depan akan kita anggarkan lagi.

“Pembangunan gedung serba guna tidak bisa diselesaikan karna dananya tidak cukup, maka kita akan anggarkan lagi tahun depan,” ujar kades saat ditemui tim ISBCenter.com.

Ditanya kenapa sampai berhenti pekerjaanya (mangkrak), kades menjelaskan bahwa perencanaan dan pengelolaan sudah benar dan tak ada yang salah, dan semua sesuai aturan yang berlaku.

“Perencanaan dan pengelolaan pembangunan gedung serba guna tersebut sudah sesuai aturan dan juknisnya, masalahnya sekarang dananya sudah habis” pungkas Kades..(AH).

Pos terkait