Blitar||ISBCenter.com – Dinas Tenaga Kerja kabupaten Blitar telah melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja berdasarkan klaster kompetensi Skema Hair Styling Cutting (Barbershop) tahun anggaran 2025, bekerjasama dengan LPK Smart Junior Kanigoro, Rabu (3/9/25).
Kegiatan SANG KAPTEN (Sertifikasi Angkatan Kerja Kompeten) merupakan perwujudan komiten peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Blitar melalui penyiapan tenaga kerja yang siap kerja dan tersertifikasi kompetensi dalam rangka mendukung upaya pemenuhan kebutuhan dunia kerja.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja kabupaten Blitar Ivong Bettryanto mengawali sambutannya.
“Selaras dengan misi Kepala Daerah yang tertuang dalam rancangan RPJMD Kabupaten Blitar Tahun 2025 2029 yaitu pembangunan sumber daya manusia dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang inklusif, berakhlak, sehat jasmani dan rohani, berpendidikan yang baik, berdaya saing melalui pembangunan Keluarga Sejahtera dan optimalisasi potensi generasi muda yang siap menyongsong Indonesia Emas,” jelas Ivong.
Lebih lanjut Ivong mengatakan, Kegiatan Sang Kapten tahun 2025 dikemas dalam pola 3 in 1, Atau mengintegrasikan 3 hal elemen utama dalam satu kegiatan.
Diawali dengan pelaksanaan Pelatihan Vokasi yang dilakukan oleh Instruktur Lembaga Pelatihan Kerja, kemudian sertifikasi kompetensi BNSP yang dilakukan oleh Asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan terakhir tahapan Magang Kerja pada Dunia Usaha dan Industri (DUDI) yang terkait dengan program studi pelatihan.
“Peluang bagi barber perempuan di Kabupaten Blitar sangat menjanjikan, didukung oleh program SANG KAPTEN yang memberikan keterampilan teknis, sertifikasi profesional, dan pengalaman Magang kerja,”tandasnya.
Menurut Ivong, Dengan potensi untuk berkontribusi pada ekonomi kreatif, pariwisata, dan pemberdayaan perempuan, barber perempuan dapat menjadi agen perubahan dalam mematahkan stereotip gender dan memperkuat ekonomi lokal.
Ia berharap dimasa depan, mereka memiliki peluang untuk bersaing di pasar global, membuka usaha mandiri, dan menginspirasi inklusivitas di industri jasa.
“Program ini tidak hanya membuka pintu bagi karier baru, tetapi juga memperkuat posisi perempuan sebagai penggerak ekonomi Blitar menuju visi Indonesia Emas 2045,”pungkasnya. (Ema)










