Disnaker Kab Blitar Melalui DBHCHT 2025 Cetak 143 Peserta Berkompeten BNSP

Disnaker Kab Blitar

Blitar||ISBCenter.com – Pemerintah Kabupaten Blitar memastikan program pelatihan vokasi tetap berjalan pada tahun 2026 meski adanya kebijakan efisiensi anggaran.

Jumlah program memang mengalami penurunan, namun arah kebijakan tetap mendukung implementasi prioritas nasional di daerah.

Kepala Bidang Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Blitar, Latip Usman, menjelaskan bahwa pelatihan tahun depan diarahkan untuk mendukung tiga fokus utama, yaitu ketahanan pangan, program makan bergizi, serta penyesuaian dengan potensi bahan baku lokal.

“Sektor pertanian dan program ketahanan pangan tetap menjadi sasaran penting dalam penyusunan program,” kata Latif, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu(19/11/25).

Lebih lanjut Latif menjelaskan, Pelatihan berbasis pertanian, juru masak untuk mendukung program makan bergizi, dan ekonomi kreatif akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku yang memang banyak dan melimpah di Blitar, seperti gula, kopi, teh, dan coklat.

Latif menambahkan, Pengambilan peserta tetap mempertimbangkan kelompok sasaran utama dari keluarga petani tembakau sesuai aturan penggunaaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Dengan fokus ini, pemerintah berharap pelatihan vokasi dapat lebih tepat guna dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di berbagai sektor,” pungkasnya.

Perlu diketahui, tahun 2025, terdapat tujuh paket pelatihan dengan total 143 peserta yang seluruhnya telah dinyatakan kompeten melalui uji sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Adapun tujuh paket pelatihan yang diselenggarakan meliputi bidang barista dengan 20 peserta, make up artist 20 peserta, digital marketing 25 peserta, barber dua kelas masing-masing 20 peserta, masakan komersial 20 peserta, serta teknisi peralatan listrik rumah tangga 18 peserta.

Kegiatan Sang Kapten (Sertifikasi Angkatan Kerja Kompeten) tahun 2026 akan dikemas dalam pola 4 in 1, atau mengintegrasikan 4 hal elemen utama dalam satu kegiatan. Diawali dengan pelaksanaan Pelatihan Vokasi yang dilakukan oleh Instruktur Lembaga Pelatihan Kerja, kemudian sertifikasi kompetensi BNSP yang dilakukan oleh Asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), tahapan Magang Kerja pada Dunia Usaha dan Industri (DUDI) yang terkait dengan program studi pelatihan, dan Tahapan terakhir pendampingan penempatan kerja/ wirausaha

Ada 5 hal yang spesifik dalam pelatihan Sang Kapten, yaitu :
Berorientasi pada kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, dan kewirausahaan;
Kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Lembaga Pelatihan, dunia industri, dunia kerja, dan Masyarakat;
Berbasis pada kompetensi dan tersertifikasi BNSP;
Pendampingan atau inkubasi paska pelatihan;
Diselenggarakan secara inklusif.

Untuk tahun 2026, sementara ada 4 Skema Pelatihan vokasi yang diajukan dalam rangka mendukung pelaksanaan program prioritas Nasional di Daerah, dan sesuai dengan potensi bahan baku di kabupaten Blitar yaitu :
Operator Alat berat/ Alsintan (20 Orang), Juru Masak Makanan Indonesia (20 Peserta), Barista dan Moktail (20 Peserta), Digital Marketing (20 Peserta). (Ema/ADV/kmf)

Pos terkait