DKPP Kab Blitar Tingkatkan Pasca Panen Petani Tembakau, Adakan Bimtek Dengan Narsum BMKG Malang

DKPP Kab Blitar Tingkatkan Pasca Panen Petani Tembakau, Adakan Bimtek Dengan Narsum BMKG Malang

Blitar||ISBCenter.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar telah melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada petani tembakau sejak awal, melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Sarana Perkebunan DKPP Kabupaten Blitar, Lukas Suprayitno, saat ditemui awak media diruang kerjanya, Senin (25/8/25)

“Bimtek ini mulai dari persemaian, budidaya dan persiapan pasca panen, karena memang kami memberikan Bimtek sesuai tahapan dari petani,”kata Lukas.

Lebih lanjut Lukas menjelaskan, selain Bimtek juga ada pendampingan, yang sudah dilaksanakan adalah persemaian berjalan dengan baik meski tidak bisa dikatakan 100%.

“Secara teori memang sudah kita laksanakan dan alhamdulillah teman-teman petani tembakau yang mendapat alokasi kegiatan persemaian sudah dilaksanakan dengan baik,”jelasnya.

Menurut Lukas semua komoditas ada beberapa faktor salah satunya yang tidak bisa di prediksi adalah terkait iklim, sehingga hasilnya tidak bisa sesuai yang diharapkan.

“Sehingga karena dampak iklim beberapa banyak yang harus menyemai ulang, begitu pula dengan budidaya juga sama,”ucapnya.

Diakuinya, bahwa saat ini sebenarnya sudah memasuki musim kemarau akan tetapi juga kemarau basah dan tingkat curah hujannya cukup tinggi, sehingga para petani tembakau ketika sudah tanam tidak tahunya baru seminggu hujan deras akhirnya rusak dan menanam lagi 2 sampai 3 kali.

“Alhamdulillah petani tembakau ini tangguh sehingga mereka tidak merasa jera untuk menanam lagi,”tuturnya.

Lukas juga menjelaskan PT Djarum yang bekerjasama dengan petani tembakau pada Jumat dan Sabtu memantau langsung keliling kelapangan dan menurut penilaian hasilnya sudah cukup baik, akan tetapi karena faktor cuaca hasil kualitasnya tidak bisa Sesuai yang diharapkan.

“Kedepan ini menjadi perhatian kami khusus terkait cuaca semacam ini utamanya di pasca panen,”jlentrehnya.

Lukas menambahkan ia lebih fokus ke Bimtek budidaya untuk menghadapi kemarau basah menjelang pasca panen, ia berharap petani tembakau bisa selalu update perkembangan cuaca karena DKPP sudah bekerja sama dengan BMKG Malang.

“Kami berpesan kepada petani tembakau harus lebih intens untuk selalu melihat perkiraan cuaca yang diberikan dari BMKG,”imbuhnya. (Ema/ADV)

Pos terkait