Lebong||ISBCenter.com – Kasus dugaan percakapan tak pantas lewat Direct Message Instagram yang menyeret nama dokter spesialis kandungan di Kabupaten Lebong memasuki babak baru setelah dokter yang bersangkutan buka suara.
Dokter berinisial dr. MI, Sp.OG memberikan klarifikasi resmi kepada dua fasilitas kesehatan tempatnya bertugas terkait viralnya tangkapan layar DM dengan akun @leonakanza_17.
Dalam klarifikasinya, dokter tersebut membantah keras menjadi pengirim pesan tersebut.
“Saya dengan tegas membantah pernah mengirim pesan melalui DM Instagram kepada pemilik akun @leonakanza_17,” ujarnya dalam keterangan klarifikasi.
Ia juga membantah adanya komunikasi pribadi yang mengarah pada pelecehan verbal seperti yang dituduhkan di media sosial.
“Saya juga membantah melakukan komunikasi pribadi maupun dugaan pelecehan verbal melalui akun Instagram tersebut pada sejumlah waktu yang tercantum dalam tangkapan layar yang sebelumnya viral,” tegasnya.
Yang menarik, untuk memperkuat bantahannya, dr. MI membeberkan keberadaannya pada tiga waktu yang tertera di screenshot percakapan viral tersebut.
“Pada 19 Desember 2025 pukul 08.10 WIB, saya sedang menjalankan pelayanan di poliklinik kandungan RSUD Lebong,” jelasnya.
Kemudian untuk waktu kedua, ia mengaku masih berada di rumah sakit untuk penanganan pasien emergensi.
“Kemudian pada 12 Februari 2026 pukul 21.11 WIB, saya masih berada di RSUD Lebong untuk menangani pasien PONEK hingga dilanjutkan dengan tindakan operatif,” katanya.
Sementara untuk waktu ketiga yang beredar, ia menyebut masih berada di ruang operasi.
“Sementara pada 30 Agustus 2026 pukul 19.48 WIB, saya masih berada di ruang operasi setelah menyelesaikan tindakan operasi caesar atau SC,” ungkapnya.
Dengan rincian itu, dokter tersebut menegaskan tidak mungkin mengirim DM pada ketiga waktu tersebut kepada akun @leonakanza_17.
Di sisi lain, dalam perkembangan kasus ini, pihak dokter juga menyampaikan dugaan bahwa akun Instagram miliknya telah diretas.
“Dugaan sementara akun Instagram milik saya telah diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” sebutnya.
Untuk menangani persoalan ini, dr. MI bahkan telah menggunakan jasa pengacara. Informasi yang dihimpun menyebut pihak dokter bersama kuasa hukumnya telah berupaya melakukan komunikasi dengan perempuan yang mengunggah tangkapan layar percakapan tersebut.
Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah sejumlah tangkapan layar DM yang dikaitkan dengan akun dokter tersebut beredar luas dan memicu perhatian publik. Pihak perempuan yang mengunggah percakapan juga telah memberikan klarifikasi dan meminta agar semua pihak memberikan penjelasan secara terbuka.
Dampaknya, Kirana Clinic Curup telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara penugasan dr. MI, Sp.OG.
“Untuk menjaga kondusivitas dan profesionalitas layanan, kami menyatakan menonaktifkan sementara penugasan dr. MI, Sp.OG di klinik kami sampai batas waktu yang belum ditentukan,” demikian keterangan pihak Kirana Clinic Curup sebelumnya.
Kini persoalan tersebut masih bergulir. Bantahan dari pihak dokter menjadi perkembangan terbaru, sementara keaslian percakapan, dugaan peretasan akun, serta keseluruhan konteks komunikasi masih perlu dibuktikan dan diklarifikasi melalui pihak-pihak terkait..(*rzi)










