Kuansing||ISBCenter.com – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali marak di Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Kondisi ini memicu keresahan warga karena dinilai merusak lingkungan dan mengganggu mata pencaharian masyarakat.

Tokoh masyarakat Cerenti, M. Hasbi, menyampaikan keluhan warga kepada media, Ahad (25/4/2026). Ia mendesak aparat kepolisian, khususnya Polsek Cerenti dan Polres Kuansing, agar segera bertindak tegas terhadap aktivitas PETI jenis dompeng yang beroperasi di Sungai Batang Kuantan.
“Mohon kepada jajaran Polsek Cerenti dan Polres Kuansing agar menindak tegas aktivitas PETI jenis dompeng di Sungai Batang Kuantan ini,” tegas Hasbi.
Menurutnya, aktivitas ilegal tersebut semakin tidak terkendali dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama nelayan tradisional.
“Ini sudah keterlaluan. Lokasi mencari ikan warga rusak. Saat kami menegur, mereka justru marah,” ujarnya.
Hasbi juga menyoroti belum adanya langkah konkret dari aparat setempat. Ia berharap Kapolsek Cerenti yang baru dapat segera mengambil tindakan nyata agar aktivitas PETI tidak terus meluas.
“Jangan sampai terkesan dibiarkan. Kalau tidak ditindak, jumlah dompeng akan terus bertambah,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan potensi konflik sosial yang bisa terjadi jika persoalan ini tidak segera ditangani.
“Kami khawatir akan terjadi bentrokan. Warga yang protes justru dihadapi ancaman karena jumlah pekerja dompeng lebih banyak,” ungkapnya.
Ia juga meminta perhatian serius dari Kapolres Kuansing hingga Kapolda Riau agar penertiban dilakukan secara menyeluruh dan tidak tebang pilih.
“Kalau razia, lakukan secara total. Jangan sampai saat razia mereka hilang, lalu pindah ke wilayah lain dan kembali lagi beroperasi. Seolah-olah informasi bocor duluan ke pelaku. Ini yang membuat masyarakat menilai negatif aparat,” pungkasnya.
Hasbi menambahkan, sebelumnya telah ada kesepakatan antara perwakilan pekerja dompeng dengan tokoh masyarakat. Dalam kesepakatan tersebut, aktivitas dompeng dilarang beroperasi di wilayah tangkapan nelayan. Namun, kesepakatan itu diduga tidak dipatuhi.
“Sudah ada kesepakatan, tapi tidak dijalankan. Sekarang mereka bekerja sesuka hati,” jelasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kapolsek Cerenti belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui Via WhatsApp..(*yh)










