Riau||ISBCenter.com – Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hal itu disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Riau, Helmi D, saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Pekanbaru Payung Sekaki Air Hitam 3, Jalan Karya Indah, Rabu (14/10/2026).
Peresmian SPPG tersebut merupakan bagian dari agenda nasional peresmian 980 SPPG secara serentak yang difokuskan pada wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi di wilayah Barat Indonesia.
Mewakili Pemerintah Provinsi Riau, Helmi menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Badan Gizi Nasional (BGN), serta seluruh pihak yang terlibat dalam perluasan jangkauan MBG.
“Pemerintah Provinsi Riau sejak awal memberikan dukungan penuh terhadap Program MBG sebagai salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Kami memandang program ini sebagai investasi penting bagi masa depan generasi Indonesia, sekaligus bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,” katanya.
Helmi mengungkapkan, berdasarkan data per September 2026, capaian MBG di Riau telah melampaui target awal. Dari target 677 SPPG, saat ini telah terdaftar 785 SPPG, dengan 672 SPPG yang sudah beroperasional dan melayani 1.549.481 penerima manfaat.
“Capaian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG di Riau telah berkembang cukup luas. Namun, perhatian kita berikutnya tidak hanya pada jumlah SPPG, tetapi juga pemerataan jangkauan, kualitas pelayanan, dan keberlanjutan pelaksanaannya,” katanya.
Ia menambahkan, Pemprov Riau menyambut baik strategi BGN yang terus mendorong pengembangan SPPG di wilayah 3T, mengingat kondisi geografis Riau yang cukup beragam dan menantang.
“Kita mengetahui bahwa kondisi geografis Riau memiliki tantangan tersendiri. Ada masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan, pesisir, serta kawasan yang masih bergantung pada transportasi sungai dan laut,” ungkapnya.
Menurutnya, wilayah seperti Kepulauan Meranti dan sejumlah daerah pesisir lainnya membutuhkan pendekatan distribusi dan dukungan sarana yang berbeda dibanding kawasan perkotaan. Pemerataan layanan gizi menjadi prioritas agar tidak ada anak yang tertinggal.
“Bagi kami, anak-anak yang tinggal di pulau-pulau dan wilayah terpencil juga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan gizi yang berkualitas, inilah yang menjadi perhatian Pemprov Riau dalam mendukung pemerataan Program MBG,” katanya.
Terkait SPPG yang telah dipersiapkan namun belum beroperasi, Helmi berharap seluruh hambatan dapat segera diinventarisir dan ditindaklanjuti secara bersama-sama agar pelayanan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Kami juga berharap pengembangan SPPG di wilayah kepulauan dan terpencil dapat semakin memperhatikan kondisi geografis setempat, sehingga pelayanan yang diberikan dapat berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya..(*ay)










