Asahan||ISBCenter.com – Generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan harus mempunyai pemikiran-pemikiran yang sesuai dengan kondisi bangsa saat ini dan tantangan yang mungkin akan dihadapi di masa depan, serta dapat memberikan harapan baru dan membawa angin segar bagi bangsa ini. Sebagai seorang pemuda kita dituntut menjadi generasi dengan potensi terbesar untuk melakukan perubahan melalui penciptaan ide-ide dan memiliki peran penting dalam membentuk dan membangun.
Berkembangnya arus mondrenisasi globalisasi membawa dampak massal pada kebudayaan manusia dan pergeseran pola hidup masyarakat. hal ini membawa pengaruh bagi seluruh bangsa Indonesia. manusia sebagai mahluk individu dan sosial serta menampilkan tingkah laku tertentu sehingga terjadi peristiwa pengaruh mempengaruhi antara individu yang satu dengan lainnya. Berbicara kriminalitas pasti tidak lain tidak bukan tentang kejahatan, Tindak kriminalitas sudah tidak memandang usia. Bahkan anak-anak atau para generasi muda yang pada dasarnya menjadi korban kejahatan, justru tanpa diduga juga bisa menjadi pelaku kriminal. Tindak kriminalitas yang terjadi di kalangan remaja dianggap semakin meresahkan publik, sudah tidak lagi terkendali, dan dalam beberapa aspek sudah terorganisir.
Di era global ini kenakalan remaja atau penyimpangan remaja sangat marak terjadi. Namun, entah mengapa seakan mereka tak dapat mengendalikan emosinya. Problematika ini perlu adanya tindakan lanjut, baik dari pihak aparat, masyarakat, maupun keluarga yang menjadi pendidikan pertama bagi anak di rumah. Perlu adanya kolaborasi peran agar para generasi muda tidak terjerumus semakin jauh ke dalam tindak kejahatan. Maka dari itu sangat dibutuhkan self defence yang baik bagi remaja, agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang negatif.(HR)










