FORUM GTKHNK35+ PERJUANGKAN TENDIK DALAM PROGRAM PPPK

 

Bengkulu||ISBCenter.com – Menjelang pendaftaran program PPPK, Forum GKTHNK35+, Selasa pagi 29 Desember 2020 kembali melakukan pertemuan dengan Bapak Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd Plt. Kepala Diknas DIKBUD yang di dampingi oleh Bapak Mutazam, S.Pd Kabid GTK Diknas DIKBUD Provinsi Bengkulu.

Bacaan Lainnya

Dalam pantauan media ICB.COM, tujuan forum GTKHNK35+ menyambangi Kantor Diknas Dikbud adalah untuk menyampaikan beberapa hal, terkait dengan informasi yang beredar tentang tehnis kebijakan perekrutan PPPK.

“tadi kami ingin mendapatkan informasi yang jelas terkait tehnis kebijakan PPPK itu seperti apa, karena banyak info berkembang yang banyak mengkhawatirkan khususnya di kalangan PTT dan Guru pendidikan agama yang belum secara jelas disebut dalam tehnis perekrutan PPPK”. Pungkas Yusak, ketua GTKHNK35+ Provinsi Bengkulu.

Ibu Devi, mewakili PTT dari SMPN 6 kota Bengkulu, menyampaikan perihal permohonan agar kiranya, Tendik di kota dan Kabupaten di seluruh Provinsi Bengkulu juga diperhatikan oleh Pemda Kota dan kabupaten sebagaimana Tendik di bawah Diknas Provinsi Bengkulu telah mendapatkan insentif sama seperti GTT.

“Kami belum di perhatikan oleh pemerintah kota dalam hal ini, enak di bawah Diknas provinsi sudah ada perhatian Pemda walau sedikit. Kalau boleh, kami usul, biarlah masalah sekolah ini di bawah satu naungan saja, biar seragam, tidak dianak tirikan seperti ini”. Ungkap Devi dengan nada kecewa.

Hal yang sama dirasakan oleh Leny, dari Perwakilan Tendik Bengkulu Tengah.

“Kami sedih pak, Pemda kabupaten belum kasih perhatian sama kami, bahkan di program PPPK kami tidak diakomodir”. Leny…

Dari permasalahan yang disampaikan perwakilan Tendik hari ini, inilah jawaban dari PLT. Kepala Diknas Dikbud Provinsi Bengkulu

“Saya sangat setuju, kawan-kawan ini mendapatkan KEPPRES PNS, karena GTT dan PTT ini memang sangat dibutuhkan. Tapi kami ini sifatnya hanya mendorong kebijakan, sedangkan kebijakan itu punya pemerintah pusat. Saya harap, kawan-kawan terus berjuang, jangan patah semangat. Kalau perlu buatlah surat ke presiden dan menteri, nanti saya ikut tanda tangan sebagai bentuk dukungan”. Eri Yulian Hidayat, M.Pd

Dalam Kesempatan ini juga, Kabid GTK Provinsi Bengkulu Bapak Mutazam, S.Pd menyampaikan perihal tehnis perekrutan PPPK yang mana beliau telah dua kali mengikuti pertemuan terkait program PPPK, yaitu pada waktu di Bali beberapa minggu lalu dan di Jogja pada tanggal 18 Desember yang lalu.

Menurut Bapak Mutazam, S.Pd inilah ketentuan yang akan direkrut dalam program PPPK :
1. Adalah guru yang terdaftar di Dapodik
2. Mereka yang punya sertifikat, walau belum menjadi honorer
3. Guru-guru Pendidikan Agama dibawah Kemendikbud.

Sementara itu untuk Tendik atau PTT belum diadakan perekrutan PPPK. Ketidakdiakomodirannya PTT atau Tendik dalam hal ini menurutnya karena Tendik adalah tenaga administrasi lintas OPD, Kedua dalam pertemuan tersebut memang belum ada yang mengusulkannya.

Mendengar jawaban ini, para perwakilan Tendik ini menjadi kecewa. Sangat disayangkan, pemerintah di anggap tidak peduli Tendik /PTT yang menjadi penyangga sukses sekolah.

“Kami ini, jarang ada libur, waktu kami lebih banyak di sekolah dari pada guru-guru. Tapi kenapa kami tidak di akomodir”. Keluh Nurida, Tendik Benteng.

Dari hasil pertemuan antara pengurus GTKHNK35+ Bengkulu, perwakilan Tendik dengan Plt. Kepala Diknas Dikbud ini, menyimpulkan beberapa hal yang perlu diketahui oleh para honorer di lingkungan Diknas Dikbud Provinsi Bengkulu :
1. Guru yang ingin mendaftar di program PPPK agar segera melakukan verval di info gtk Kemendikbud
2. Perjuangan GTKHNK35+ Untuk diangkat sebagai PNS tanpa tes, harus terus diperjuangkan.
3. Pihak Diknas DIKBUD akan segera berkoordinasi dengan BKD terkait thenis perekrutan dan jumlah honorer yang akan di usulan ke pemerintah pusat.
4. Forum GTKHNK35+ akan segera melakukan Audensi dengan BKD untuk usulan PPPK dan ke DPRD untuk mengajukan permohonan anggaran bagi kesejahteraan GTT dan PTT se-Provinsi Bengkulu.

Semoga saja, GTT & PTT/Tendik mendapatkan perhatian pemerintah pusat dan minimal Pemda setempat memberikan jalan keluarnya. Demikian harapan perwakilan Tendik ini…(*Es)

Pos terkait