Bengkulu||ISBCenter.com – Forum-forum Honorer se-Indonesia bersama PB PGRI melakukan pertemuan dengan Prof. Nunuk Suryani di Sahana Resot Malang. Rabu (20/12/2023).

Menurut Yusak, selaku Ketua Forum Honorer Provinsi Bengkulu, pertemuan itu dilatarbelakangi oleh persoalan PTT / TENDIK & GTT yang belum kunjung selesai.
“Pertemuan besar ini dilatarbelakangi oleh persoalan honorer yang belum kujung selesai di Republik ini, bahkan keadaannya semakin hari makin bergejolak. Memprihatinkan keadaan dunia pendidikan kita sekarang ini, Walau sudah berganti Presiden, ganti menteri, ganti kepala daerah Faktanya persoalan honorer, tak kunjung selesai,” Jelas Yusak.

Hadir dalam pertempuran itu, Prof. Nunuk Suryani Dirjen GKT Kemendikbudristek dengan jajarannya, Ketua Umum PB PGRI Drs. H. Teguh Sumarno dan jajarannya serta Ketua-ketua organisasi forum honorer baik GTT maupun PTT / TENDIK. Menurut Ketua honorer PGRI Pusat, M. Yudha, ada 34 Provinsi, 100 an orang perwakilan daerah-daerah. Minus perwakilan Papua dan Sulawesi.
“Kita hadir lebih dari 100 orang yang mewakili 34 Provinsi, Minus 4 Provinsi yakni dari Papua ndan Sulawesi,” Jelas Yudha.

Begitu juga, sudah begitu banyak forum guru seperti PGRI, IGI dan lainya termasuk begitu banyak kelompok honorer yang membuat organisasi sebagai alat menyampaikan aspirasi. Namun persoalan ini tidak selesai selesai.

Melalui pertemuan yang luar biasa ini, menjadi angin segar bagi GTT dan PTT/TENDIK untuk adanya status yang jelas dengan kesejahteraan yang semakin baik. Ini semua berkat kerja sama antar ketua-ketua forum honorer bersama Pengurus PB PGRI yang baru, yang mampu melihat keprihatinan terkait dunia pendidikan di Indonesia saat ini.
“Saya mewakili honorer, sangat berterimakasih kepada Pengurus PB PGRI yang baru, telah mendampingi dan mempertemukan kami dengan Prof. Nunuk Suryani Dirjen GKT Kemendikbudristek. Tentu dengan kepedulian PB PGRI yang baru ini akan mempu memberikan semangat perjuangan kami honorer untuk terus berjuang’. Tegas Yusak.

Berikut adalah hasil pertemuan yang menjadi kesimpulan bersama
1. Prof. Nunuk Suryani mengakui bahwa Pemerintah memang di tahap awal pelaksanaan program kebijakan PPPK, masih memprioritaskan agenda pengangkatan 1 juta guru PPPK, sehingga belum ada kesempatan untuk PTT / TENDIK.
2. Ketua Forum honorer yang diwaliki oleh Yusak menekankan pentingnya pembukaan formasi untuk rekan-rekan PTT / TENDIK yang belum tersentuh kebijakan. Yang ditanggapi langsung oleh Ibu Dirjen GKT Kemendikbudristek. Yang selanjutnya akan diakomodir pada tahun 2024, hal ini juga bertepatan dengan perintah UU ASN bahwa tahun 2024 tidak ada lagi istilah Honorer. Maka PTT / TENDIK juga akan di selesaikan. Hanya Dirjen GKT Kemendikbudristek memohon, agar para pejuang ASN ini harus juga menyampaikan desakan ini kepada pihak-pihak terkait. Tujuannya, agar pihak-pihak terkait sudah bisa memahami keadaan yang sebenarnya terkait keberadaan PTT / TENDIK.
3. Pengurus PB PGRI menyatakan akan memprioritaskan program kerjanya untuk mendampingi Forum Honorer Indonesia untuk menyelesaikan persoalan honorer baik GTT maupun PTT / TENDIK. Karena itu PB PGRI mengharapkan pembentukan kepengurusan Honorer PGRI baik secara Nasional, Provinsi serta tingkat Kota Kabupaten di seluruh Indonesia.
4. Pengurus Forum-forum honorer Indonesia, sepakat memberikan dukungan kepada pengurus baru PB PGRI 2023-2028 pimpinan Drs. H. Teguh Sumarno
5. Honorer PGRI bersama-sama PB PGRI akan mengagendakan pertemuan dengan pihak-pihak terkait, seperti kementerian terkait, DPR RI dan Presiden Jokowidodo.
Berikut Aspirasi dari Forum honorer yang disampaikan dalam kesempatan itu.
A. SPIRASI TENDIK/ PTT.
Minta dibuka Formasi PPPK pada tahun 2024 dengan seluas-luasnya, Baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta. Dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Pengangkatan Tanpa Tes/Observasi, melalui tahapan / skala prioritas berdasarkan lama masa kerja.
2. Tanpa mengharuskan sistem Linieritas. Baik tamatan SMA/SMK Sederajat apalagi S1.
3. Di tempat kan di sekolah sesuai Dapodik / Sekolah Induk.Dengan catatan TENDIK /PTT adalah Pegawai Tidak Tetap atau TENDIK (Tenaga Kependidikan) Honorer, terdiri dari operator, security, penjaga sekolah, pustakawan, tenaga administrasi, laboran IPA, Petugas (Tenaga Kesehatan) UKS, tatah usaha dan petugas kebersihan . Yang mengabdi di Jenjang TK
B. ASPIRASI GTT.
Memohon agar Pemerintah Pusat dan daerah untuk membuka Formasi PPPK pada tahun 2024 dengan seluas-luasnya.
Dengan ketentuan :
1. Pengangkatan Tanpa Tes/Observasi, melalui tahapan / skala prioritas berdasarkan lama masa kerja.
2. Adapun penempatan sesuai Dapodik / Sekolah Induk.
3. Diangkat secara bertahap, sesuai dengan lama masa kerja (ada afirmasi).Dengan Catatan GTT adalah Guru Tidak Tetap / Guru Honorer di sekolah Negeri dan Swasta. Yang mengabdi di Jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB.
C. ASPIRASI ASN PPPK :
Memohon kepada pemerintah Pusat dan daerah, agar ASN PPPK memiliki kesempatan untuk dijadikan ASN PNS juga punya kesempatan berkarir, kenaikan pangkat, punya hak tunjangan dan gaji pensiun..(*YW)










