GONJANG GANJING OMNIBUSLOW

Bengkulu||ISBCenter.com- Kalau mau Jujur, Guru dan tenaga Kependidikan Honorer NON K Lah yang tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah pusat. Bayangkan mereka telah bekerja layaknya PNS, Kewajiban mereka nyaris sama namun mereka dikasih hak @Rp.100.000 – 1.000.000/bulan berdasarkan kebijakan seorang Kepala Sekolah. Sementara masa kerja mereka sudah mencapai 10 sampai 15 tahun mengabdi.

Bacaan Lainnya

Saudaraku kaum buruh yang saya hormati, setahu saya UU OMNIBUSLOW dirancang oleh DPR dan pemerintah sejak waktu yang sudah lama, Semata untuk memberikan perlindungan kepada buruh dan pengusaha agar sama-sama diuntungkan. Wajar saja kalau ada yang merasakan ketidakpuasan. Namun GTT/PTT (HONORER DI SEKOLAH NEGERI ) Mana ada perlindungan regulasinya sampai hari ini. Mau tanya di UU apa mereka terakomodir? Di DINAS ketenagakerjaan tidak ada, di UU Terkait buruh apalagai. Namun sekalipun demikian, mana ada mereka demo apalagi anarkis. Saya khwatir, ada oknum yang bermain untuk menjelekan kaum buruh.

Nah ini sekedar info, para guru dan ketenaga kependikan Non K setiap tahun di hantui rasa takut di rumahkan oleh kepala sekolahnya, ya karena tidak ada ketentuan soal system’ kerja mereka. Karena tidak ada ketentuan, mereka mau mengadu ke mana? Ketahuilah gaji mereka sangat bergantung kepada kebijakan kepala sekolah, Diknas Pendidikan belum mau tahu keadaan mereka, termasuk Pemerintah Daerah apalagai Pemerintah Pusat.

Sementara dengan gaji yang tak layak, tak UMP kadang di bayarkan pertiga bulan menunggu cairnya dana BOS, mereka tetap setia mengabdi untuk membuat anak negeri ini menjadi pintar. Itu pun mereka ladeni tanpa demo apalagai anarkis.

Kaum Honorer Non K ini telah mensiasati kehidupan mereka dengan berbagai usaha guna menunjang keberlangsungan hidup keluarganya, seperti dengan bertani, beternak, berjualan dan lain lain. Semua dilakukan sementara berharap pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan.

Kesimpulan saya :
Saya mempercayai pemerintah dalam hal ini untuk memperhatikan kaum buruh dan pencari kerja Indonesia yang menurut data pemerintah hampir 3.5 juta pencari kerja setiap tahun.

Lakukanlah perjuangan dengan santun dan tidak mudah termakan isu yang bisa membuat Indonesia di rugikan,Semoga mencerahkan, Salam santun, empati bagi kaum buruh Indonesia

(Penulis Yusak, Guru Non K 35+ Bengkulu.)

Pos terkait