Bengkulu||ISBCenter.com – Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menginstruksikan pihak Dinas Pariwisata bekerjasama dengan stakeholder terkait melakukan penataan pedagang di kawasan Pantai Panjang.
Penataan itu difokuskan mulai dari Simpang Jenggalu, Pasir Putih menuju ke Jembatan Muara dekat Bencoolen Mall, yang selama ini terkesan semrawut karena tidak memiliki tempat khusus.
“Penataan mulai tahun ini, kita akan membangun auning untuk pedagang. Ini masih khusus zona 1, dari Pasir Putih sampai ke Muara Sungai dekat jembatan. Nanti akan mulai kita kelompokkan para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) sesuai dagangan mereka,” ujar Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah baru-baru ini.
Selama ini kawasan Pantai Panjang yang pengelolaannya sudah ditanggungjawabi Pemerintah Provinsi Bengkulu, terkesan tidak rapi dengan keberadaan pedagang yang membuka lapak di pinggiran jalan.
Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar bahwa dari pendataan pihaknya terdapat kisaran 80-an pedagang dengan berbagai jenis dagangan yang berjualan di sekitaran kawasan zona 1 Pantai Panjang.
“Pedagang-pedagang yang ada di zona 1 seperti pedagang buah musiman, baju-baju batik, ada juga yang jualan menggunakan kontainer. Pedagang itu sekitar 78 – 86 pedagang, jadi ini sesuai instruksi Pak Gubernur untuk ditata,” jelas Murlin.
Saat ini auning yang sudah dibangun pemerintah hanya terbatas 24 unit, sehingga di tahun ini rencananya akan dilakukan penambahan auning yang nantinya untuk penempatan pedagang akan disesuaikan dengan jenis dagangan mereka.
Menurut Murlin untuk kebutuhan anggaran pembangunan auning tambahan itu, sudah tersedia dan tahun ini akan dibangun.
“Akan kita sesuaikan dengan kondisi bangunan, ada bangunan untuk buah-buah musiman, ada kuliner basah dan lain-lain. Jumlah pedagang yang di zona satu itu termasuk buah itu kalau enggak salah 76 atau 86, jadi nanti akan disesuaikan,” ungkapnya lagi.
Kelanjutan pembangunan auning untuk penataan kawasan pantai panjang khususnya di zona 1 itu, nantinya akan berkoordinasi dengan Cipta Karya dengan ketersediaan anggaran kisaran Rp600 juta rupiah. (*Rozi )










