Blitar||ISBCenter.com – Bupati Blitar Drs H. Rijanto, M.M didampingi Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah Lantik 109 jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama, jabatan administrator dan jabatan pengawas di lingkungan pemerintah Kabupaten Blitar.
Pelantikan hari ini bukanlah sekadar seremonial pengisian jabatan, namun merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah kabupaten blitar dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Hal ini disampaikan Bupati Blitar Drs H. Rijanto mengawali pidatonya di Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Senin (8/12/2025).
“Karena sejatinya, pelayanan publik yang baik adalah kunci pencapaian visi-misi pemerintah kabupaten Blitar, dan para pejabat yang dilantik hari ini adalah orang-orang pilihan, yang telah melalui proses penilaian kinerja, rekam jejak, serta kompetensi,”jelasnya.
Karena itu, Rijanto mengingatkan jabatan adalah amanah, bukan hadiah. untuk itu amanah ini harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang makin baik kepada masyarakat.
Ia tekankan kepada pejabat yang baru dilantik supaya bekerja sesuai standar kinerja yang terukur, memperbaiki sistem layanan di unit kerja masing masing melaksanakan program dengan akuntabel, menjadi teladan dalam hal integritas, kedisiplinan, dan profesionalisme.
“Kita hidup di era yang penuh tantangan. transformasi digital, tuntutan efisiensi, keterbukaan informasi, hingga perubahan perilaku masyarakat yang menginginkan layanan cepat, mudah, dan pasti,”tegasnya.
Bupati Blitar juga berpesan kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik jangan bosan untuk meningkatkan kapasitas diri, adaptif terhadap perubahan, dan jangan pernah berhenti belajar. pemerintahan hari ini tidak bisa berjalan dengan pola lama.
“Kita harus berlari lebih cepat, bekerja lebih cerdas, dan memberikan hasil yang nyata,”tuturnya.
Ia juga menyampaikan dengan tegas tingkatkan disiplin, hentikan kebiasaan cangkruk saat jam kerja, karena saya masih mendapat laporan mengenai asn yang nongkrong atau “cangkruk” pada jam kerja. ini tidak boleh terjadi lagi.
“Jadi bagi staf atau patner kerja ada yang masih terbiasa tidak disiplin jangan segan untuk menegur, sekali lagi jabatan adalah amanah pemimpin harus menjadi contoh, bukan justru melakukan pelanggaran,”tandasnya.
Terakhir Rijanto menambahkan, tinggalkan budaya kerja yang tidak produktif, kita harus membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan terpercaya. bekerjalah dengan hati, tulus, ikhlas, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
“Jangan arogan dan tidak menyalahgunakan jabatan. Karena jabatan yang saudara emban menuntut tanggung jawab, bukan sekadar kewenangan dan jangan lupa saudara-saudara harus segera menyesuiakan diri pada perangkat daerah masing-masing,”pungkasnya. (Ema)










