Lahat||ISBCenter.com – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda terhimpun dari SENAT MAHASISWA UNSELA, SENAT MAHASISWA STIT, MAHASISWA UT, HMI, GMNI, PMII, SAPMA, PEMUDA MUHAMADIYAH, BARISAN MUDA LAHAT Orasi Aksi Di depan Gedung DPRD Kabupaten Lahat, Selasa (27/8/24).
Deka Mandala Selaku Orator Aksi Menyuarakan Dengan 79 tahun sudah Indonesia Merdeka, tapi sayang esensi dari proklamasi 17 Agustus 1945 belum 100% kami rasakan, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lahat. Karena masih banyaknya orang-orang berpangkat yang rela menukar semangat integritas dengan kepentingan pragmatis.
“Jika kemerdekaan seperti yang dikatakan orang kebanyakan adalah nafas kehidupan. Maka refleksi dari perjuangan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat harus digaungkan, Kabupaten Lahat sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Permasalahan seperti carut marutnya tata kelola pemerintahan, pengelolaan Sumber Daya Alam yang serampangan, banyaknya konflik agraria antara masyarakat dengan perusahaan, realisasi bantuan yang tidak tepat sasaran dan yang paling fenomenal banyaknya permasalahan di tubuh penyelenggara pemilu. Itu semua wujud dari hilangnya kridibilitas penyelenggara negara yang ada di Kabupaten Lahat.
“Sudah seharusnya DPRD sebagai pemegang amanah rakyat di harapkan bisa menjadi harapan perubahan. Namun sangat di sayangkan, tampaknya DPRD Kabupaten Lahat hanya fokus pada urusan budgeting. Lemahnya fungsi pengawasan dari Legislatif merupakan salah satu sumber permasalahan yang memicu kegaduhan ditengah penderitaan masyarakat,” jelasnya.
Lanjut dengan orator aksi Syaikh Amirullah, mengatakan Maka di hari yang berbahagia ini, tepat hari pertama kerja DPRD Kabupaten Lahat masa bakti 2024-2029 Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Lahat menyatakan sikap untuk Menuntut DPRD Kabupaten Lahat untuk menjadi pionir dalam rangka mengaktualisasikan nilai-nilai kepemimpinan yang mengedepankan Moral Etik guna terwujudnya Zona Integritas menuju Lahat bebas Korupsi.
“Mendesak DPRD Kabupaten Lahat untuk membentuk Panitia Khusus dan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengiventarisasi segala macam permasalahan agar dapat diselesaikan dengan waktu dan tempo yang sesingkat-singkatnya Gerakan ini merupakan komitmen kami untuk berpartisifasi membangun Kabupaten Lahat dengan kekuatan ide, gagasan serta kritik-krik argumentatif upaya meminimalisir kebijakan yang merugikan rakyat. Apalah arti pembangunan infrastuktur tanpa di dukung dengan pembangunan Sumber Daya Manusia,” tukas Syaikh.
Berdasarkan informasi dari Sekwan tidak satu pun anggota dewan yang hadir,” kata orator aksi.(*BM)










