Hasil Lab Keluar, Limbah PT SBS di Bengkulu Selatan Tercemar Minyak dan Nitrogen

Hasil Lab Keluar, Limbah PT SBS di Bengkulu Selatan Tercemar Minyak dan Nitrogen

Bengkulu Selatan||ISBCenter.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bengkulu Selatan Erwin Muchsin memastikan hasil uji laboratorium terhadap limbah PT Sinar Bengkulu Selatan (PT SBS) akan segera ditindaklanjuti dan tidak hanya menjadi arsip administrasi.

Sesuai arahan Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, S.Sos, DLHK akan mengambil langkah pembinaan terhadap PT SBS agar segera melakukan perbaikan terhadap parameter limbah yang masih melampaui baku mutu.

Sebagai langkah awal, DLHK akan melayangkan surat resmi kepada manajemen PT SBS yang berisi hasil evaluasi laboratorium sekaligus rekomendasi perbaikan. Perusahaan nantinya diberi kesempatan untuk melakukan pembenahan dalam jangka waktu sekitar 15 hingga 30 hari, sebelum pemerintah melakukan evaluasi lanjutan terhadap hasil perbaikan tersebut.

“Dalam waktu dekat kami akan menyampaikan surat resmi kepada pihak perusahaan. Mereka kami beri kesempatan melakukan perbaikan terhadap parameter yang belum memenuhi baku mutu. Setelah masa pembinaan itu berakhir, kami akan turun kembali untuk mengevaluasi sejauh mana tindak lanjut yang telah dilakukan,” ujar Erwin.

Berdasarkan laporan laboratorium, sampel yang diambil pada Outlet Kolam 11 atau saluran keluar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT SBS menunjukkan tiga parameter yang melampaui baku mutu. Nilai Total Suspended Solid (TSS) tercatat 310 mg/L, sedangkan batas maksimum yang diperbolehkan 250 mg/L. Kandungan minyak dan lemak mencapai 34,8 mg/L, lebih tinggi dari baku mutu 25 mg/L, sementara Nitrogen Total sebesar 58 mg/L, melampaui ambang batas 40 mg/L. Adapun parameter pH, BOD, dan COD masih berada dalam kisaran yang dipersyaratkan.

Pada sampel limbah domestik, hasil pengujian menunjukkan sebagian besar parameter masih memenuhi baku mutu. Namun, kandungan Total Coliform tercatat 4.300 MPN/100 mL, lebih tinggi dibandingkan batas maksimal 3.000 MPN/100 mL. Sementara parameter TSS, pH, BOD, COD, minyak dan lemak, serta amonia masih berada di bawah nilai ambang yang ditetapkan.

Pengujian terhadap kualitas air Sungai Air Selali juga menemukan adanya parameter yang melebihi baku mutu. Pada titik hulu sungai, nilai Biological Oxygen Demand (BOD) mencapai 7,35 mg/L dari batas maksimal 3 mg/L, sedangkan Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 44 mg/L dari baku mutu 25 mg/L.

Kondisi serupa ditemukan pada titik hilir sungai. Nilai BOD tercatat 8,17 mg/L, sedangkan COD mencapai 49 mg/L, keduanya berada di atas baku mutu yang dipersyaratkan. Selain itu, kandungan minyak dan lemak juga tercatat 1.100 µg/L. Meski demikian, parameter lain seperti TSS dan pH masih berada dalam batas yang ditentukan..(*1dn)

Pos terkait