Bengkulu||ISBCenter.com – Memotong hewan kurban selain sebagai perintah dalam agama Islam, juga menjadi budaya positif yang mencerminkan kebersamaan warga. Saat aktivitas pemotongan hewan kurban biasanya dilakukan bersama warga, baik sebagai panitia kurban atupun masyarakat sekitar.
Pemerhati sosial Bunaya mengatakan jika aktivitas pemotongan hewan kurban harus didasari keikhlasan. Hal itu karena aktivitas yang menguras tenaga dan waktu ini tidak diganjar imbalan uang atau lainnya.
Panitia sejak awal mempersiapkan para peserta, mengakomodir peserta, membeli hewan, menyembelih, membersihkan hingga membungkus dan membagikan daging kurban. Tak ada sekat sosial antara si kaya dan si miskin dalam aktivitas ini.
“Suatu ibadah yang sulit dilakukan sendiri. Coba peserta korban menyiapkan semuanya sendiri, inikan tidak ada pihak pihak lain yang ikut terlibat sehingga ibadah itu berjalan baik” ujarnya.
Bunaya mengatakan banyak nilai moral dalam aktivitas berkurban. Bagi peserta kurban berarti menyembelih sifat hewan pada diri, seperti rakus, tampak dan buas.
Sedangkan bagi panitia adalah sarana untuk berbuat kebaikan. Sebuah gotong royong yang patut untuk diteruskan.
Ia mengatakan semangat dalam aktivitas berkurban hendaknya terus dilakukan dalam aktivitas lain pada kehidupan masyarakat. Sebagai makhluk sosial aktivitas berkurban mengajarkan banyak pihak untuk dapat mengorbankan apapun pada dirinya, asalkan bermanfaat..(*Iesbe)










