Ibadah Raya GKKD BOM Bengkulu Tekankan Pentingnya Persekutuan yang Kokoh di Dalam Tuhan

Pdt. Yusak, S.Th

Bengkulu||ISBCenter.com – Jemaat Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Believers of Ministry (BOM) Bengkulu Satelit Bukit Harapan menggelar ibadah raya dengan penuh khidmat pada Minggu, 19 Juli 2026. Ibadah kali ini mengusung tema “Kekuatan dalam Kebersamaan” sebagai pengingat akan pentingnya kesatuan hati dalam persekutuan.

Firman Tuhan pada ibadah tersebut disampaikan oleh Pdt. Yusak, S.Th. Ia mengajak jemaat untuk memahami makna kesatuan yang sejati sesuai dengan kebenaran Alkitab.

Dalam khotbahnya, Pdt. Yusak menjelaskan bahwa “Kekuatan dalam Kebersamaan” bukan sekadar berkumpul dalam satu ruangan gereja, melainkan kemampuan, ketahanan, dan kuasa yang muncul ketika kita bersatu hati, saling mengisi, dan bergerak bersama di bawah pimpinan Tuhan.

Ia memaparkan secara etimologi, kata “kekuatan” dalam perspektif iman merujuk pada kata Ibrani koach, yaitu tenaga sejati yang bersumber dari Allah. Sementara “kebersamaan” dimaknai sebagai persekutuan dalam istilah Yunani koinonia, yakni berbagi berkat maupun beban dengan tulus tanpa sekat.

Pdt. Yusak memberikan analogi sederhana tentang seikat lidi yang tidak mudah dipatahkan, berbeda dengan sehelai lidi yang rapuh.

“Begitulah hidup kita: sendirian kita rentan goyah, namun dalam kebersamaan di dalam Tuhan, kita menjadi kokoh dan tak tergoyahkan,” ujarnya.

Landasan firman yang menjadi pijakan tema tersebut diambil dari Mazmur 133:1-3 tentang indahnya kerukunan yang mendatangkan berkat Tuhan, Pengkhotbah 4:9-12 tentang tali tiga untai yang tidak mudah putus, serta Kejadian 11:1-9 tentang kisah Menara Babel.

Dari kisah Menara Babel, jemaat diajak untuk belajar bahwa kebersamaan memang memiliki kuasa yang besar, namun harus diarahkan pada tujuan yang benar di hadapan Tuhan.

“Jika Babel runtuh karena bersatu melawan Tuhan, maka gereja kita, keluarga kita, dan bangsa kita akan tegak kokoh jika kita bersatu di dalam Tuhan, dengan tujuan memuliakan nama-Nya dan saling mengasihi,” tegas Pdt. Yusak.

Ibadah tersebut juga menekankan langkah nyata dalam membangun persekutuan, mulai dari merendahkan hati, saling memaafkan dengan tulus, terlibat aktif dalam pelayanan, hingga saling menanggung beban dalam kasih.

Menutup khotbahnya, Pdt. Yusak berpesan bahwa kekuatan sejati yang diberikan Allah bukanlah harta atau jabatan, melainkan persatuan hati di dalam Kristus.

“Satu orang bisa berjalan cepat, tapi hanya bersama kita bisa melangkah jauh dan sampai ke tujuan yang Tuhan janjikan.” tutup Yusak.

Ibadah raya ditutup dengan doa berkat bagi seluruh jemaat agar tetap menjaga kesatuan dan bertumbuh bersama dalam kasih Kristus..(*2b)

Pos terkait