Bengkulu||ISBCenter.com – Selasa, 19/01/2021, Puluhan tenaga kesehatan mewakili perawat dan bidan khususnya yang bertugas di ruang Fatmawati RSMY, mendatangi DPRD Provinsi mengadukan insentive Tenaga Kesehatan tak kunjung cair-cair.
Seperti di rilis dari laman rbtvcamkoha, Kedatangan lebih kurang 40 tenaga kesehatan ini langsung diterima oleh Anggota Komisi VIII DPRD Provinsi Bengkulu terkait belum dicairkannya insentif sejak Juni 2020 lalu sampai sekarang.
Rica Martina salah seorang perwakilan perawat mengatakan, pihaknya sebelum itu sudah berkoordinasi dengan manajemen rumah sakit yang menerangkan data-data mereka sudah diusulkan ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk pencairan insentif. Namun sampai sekarang belum ada kepastian terkait kapan insentif diterima.
“Oleh karena itu kami ingin berdialog dengan pihak DPRD Provinsi bagaimana kelanjutan masalah ini”, ujar Rica.
Sementara itu karena tidak teragendakan, kedatangan para nakes ini diterima dua anggota dewan Provinsi dari Komisi IV Zainal dan Komisi III Edwar Samsi.
Dijelaskan Edwar Samsi, hasil koordinasi dengan BPKD provinsi bahwa dana insentif dari pusat baru ditransfer akhir Desember, sementara APBD disusun pada November sehingga belum masuk dalam APBD reguler. Total dana Bantuan Operasional Kesehatan atau BOK yang ditransfer akhir tahun lalu tersebut sebesar Rp 3,7 Miliar.
Ditambahkan Edwar, dari konfirmasi langsung Kepala BPKD Provinsi meminta waktu paling lambat satu bulan untuk membayar insentif seluruh nakes dengan menggeser dana di OPD bersangkutan..(**Es)










