Irman Muhamad Farhan: Kekerasan Terhadap Demonstran Merupakan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dan Mencederai Demokrasi

Ketua PC IPNU Ciamis Irman Muhamad Farhan

Ciamis||ISBCenter.com – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Ciamis melayangkan kecaman keras terhadap tindakan reprensif aparat kepolisian dalam menghadapi aksi unjuk rasa yang baru-baru ini terjadi. Selain itu, IPNU Ciamis juga mengecam insiden penabrakan seorang pengemudi ojek online (ojol) saat sedang mengantarkan pesanan makanan. Sabtu (30/08/2025)

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PC IPNU Ciamis, Irman Muhamad Farhan. Ia menegaskan bahwa kekerasan yang dilakukan aparat terhadap demonstran adalah pelanggaran hak asasi manusia dan mencederai nilai-nilai demokrasi.

“Kami mengutuk keras tindakan represif yang tidak proporsional oleh aparat. Hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak konstitusional yang harus dilindungi, bukan malah direspons dengan kekerasan,”tutur Irman dengan tegas.

Tidak hanya itu, Irman juga menyoroti insiden penabrakan pengemudi ojol yang terjadi baru-baru ini. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan kurangnya profesionalisme dan rasa empati dari aparat. “Seorang pekerja yang sedang mencari nafkah justru menjadi korban kekerasan. Ini adalah preseden buruk yang harus segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Empat Tuntutan IPNU Ciamis

Dalam kesempatan tersebut, Irman menyampaikan empat tuntutan utama yang diajukan oleh IPNU Ciamis, di antaranya:
1. Evaluasi Menyeluruh Terhadap Aparat Kepolisian: IPNU Ciamis mendesak adanya evaluasi total terhadap seluruh jajaran kepolisian, khususnya terkait prosedur standar dalam penanganan aksi massa dan interaksi dengan masyarakat.
2. Pencopotan Kapolri: IPNU Ciamis mendesak Presiden untuk mencopot Kapolri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas serangkaian insiden kekerasan yang melibatkan aparat.
3. Transparansi dan Akuntabilitas Proses Hukum: IPNU Ciamis menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas dalam proses hukum terhadap oknum aparat yang terlibat dalam kekerasan, baik terhadap demonstran maupun pengemudi ojol.
4. Komitmen Mengawal Demokrasi: IPNU Ciamis menyatakan komitmennya untuk terus mengawal tegaknya demokrasi, supremasi hukum, dan keadilan sosial di Indonesia.

“Kami tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan terjadi. Pelajar Nahdlatul Ulama akan selalu berada di barisan terdepan untuk membela keadilan dan hak-hak rakyat,”pungkas Irman.

Pernyataan sikap dari IPNU Ciamis ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong perbaikan tata kelola keamanan dan penegakan hukum di Indonesia agar lebih humanis dan berpihak kepada rakyat.(*Ilham )

Pos terkait