Isu Jangek Babi, Pedagang Daging Sapi Dan Jangek Sapi Resah

Bengkulu Selatan||ISBCenter.com- Keresahan Masyarakat Bengkulu Selatan tentang adanya kabar pengolahan Kulit Babi yang di jadikan Kerupuk Jangek (Kerupuk kulit) sangat Berdampak Kepada Pedagang Kerupuk Kulit di Bengkulu Selatan.

Penjualan Kerupuk Kulit di Bengkulu Selatan langsung drastis Menurun hingga sepi pembeli, semua itu di dasari atas kecemasan Masyarakat Bengkulu selatan yang Mayoritas pemeluk Agama Islam tidak dapat mengonsumsi olahan dasar berdaging Babi.

Bacaan Lainnya

Kerupuk Kulit atau juga yang sering disebut kerupuk Jangek di Bengkulu Selatan pada dasarnya adalah berbahan Kulit Sapi, untuk Pengolahan Kulit Babi menjadi kerupuk kulit sampai hari ini belum dapat di Buktikan kebenaranya, hanya baru ada laporan Masyarakat yang mencurigai adanya penampungan daging Babi di Bengkulu selatan.

Tokoh Muda Bengkulu Selatan Eensen Alexander, ST sekaligus Ketua DPD AMPI Bengkulu Selatan memberi tanggapannya atas adanya pemberitaan Tentang Isu yang beredar di Tengah Masyarakat adanya Daging Babi di olah menjadi Kerupuk Kulit yang kebenaran berita tersebut belum dapat di Buktikan.

“Menanggapi pemberitaan yang berkembang, saya lebih terfokus pada dampak atas pemberitaan tersebut,
Terlepas dari pro dan kontra yang ada, pemberitaan tersebut tentu akan berpengaruh terhadap para pengusaha dan pedagang kerupuk jangek yang benar-benar berbahan baku kulit Sapi.” Ujar Ketua DPD AMPI Bengkulu Selatan.

Di Tambahkanya juga bahwa Keresahan pembeli akan berpengaruh pada produksi dan penjualan Kerupuk Jangek yang Benar benar Berbahan dari Kulit Sapi, dalam hal ini Kita Harus bijak dalam menghadapi Isu Isu yang sedang berkembang di Tengah Masyarakat Bengkulu Selatan.

Sebagai Umat Muslim, Kita semua sepakat bahwa mengkonsumsi Daging Babi beserta turunannya adalah haram hukumnya, jadi jangan pernah mencoba untuk memakannya, Namun terhadap pengusaha penjualan daging babi yang legalitas usahanya terdaftar dan diketahui, pasti akan ada pihak-pihak terbantu, contohnya para Petani.

Para petani tentu terbantu dengan berharganya daging Babi, karena banyak yang berburu Babi maka otomatis Babi yang merupakan hama bagi petani menjadi berkurang. Apalagi dimasa mewabahnya Covid-19, ada sebagian pemuda dan masyarakat yang memanfaatkan peluang berburu Babi untuk memenuhi kebutuhan Ekonominya. Walau memang masih sebatas pekerjaan sampingan.

Sudah seharusnya memang para pengusaha melengkapi seluruh ijin atas usahanya dan terhadap instansi-instansi yang terlibat dalam kepengurusan atas ijin usaha tersebut sudah semestinya memberikan ruang yang luas atas kepengurusan ijin usaha selama Syarat dan prasyarat lengkap dan terpenuhi, dengan penuh profesional dan tanggung jawab terhadap tugas dengan mengesampingkan apapun objek usahanya.

Inti dari semua ini, semoga permasalahan ini jelas dan terang permasalahannya. Pengusaha wajib melengkapi ijin usahanya, instansi terkait memberikan ijin usaha jika semua SOP terpenuhi, kemudian memperketat pengawasan terhadap usaha tersebut.

“Ijin usaha tersebut dapat diberikan ketika jelas permintaan atau tujuan pengiriman. Itu tentu memperjelas setiap arah peredaran yang dimaksud.” Pungkas Eensen Alexander, ST Tokoh Muda Bengkulu Selatan. (**Rei)

 

Pos terkait