Bengkulu Selatan||ISBCenter.com- Seiring Pilkada yang semakin dekat, belakangan ini mulai santer terdengar kabar bahwa yang banyak uanglah yang akan memenangi kompetisi 5 tahunan ini. Keadaan ekonomi masyarakat yang mengalami kemunduran menjadi pemicu situasi ini.
Bila benar demikian, masyarakat akan memilih karena uang, tentu suatu kemunduran berfikir berjamaah. Kenapa? Sebab, jika kita memilih atas dasar uang, sama artinya kita menggadaikan harga diri dan pemimpin yang terpilih nanti pasti tidak akan memikirkan nasib rakyat, Sebab mereka merasa telah membeli kekuasaan itu.
Dengan demikian artinya dampak buruknya akan dirasakan masyarakat selama 5 tahun masa jabatan Kepala Daerah yang telah di pilih, kepimpinan yang telah membeli suara rakyat tidak lah akan amanah. Karena itu, mari kita memilih bukan karena uang, melainkan karena kecakapan dan kredibilitas calon yang kita pilih.
Harap diingat, tidak akan ada yang merubah nasib suatu kaum, kecuali dirinya sendiri.
Lagi pula kalau jelas ada yang NOMOR 1 Religius dan Bermartabat, kenapa harus melirik dan memilih yang lain. HD-PAS (Pilihan Adik Sanak)…(**Renal_Ayubi)










