Blitar||ISBCenter.com – Undang-undang 1945 pasal 33 menegaskan bahwa perekonomian Indonesia disusun atas usaha bersama yang berdasar pada asas kekeluargaan. Presiden RI sangat mendukung segala upaya untuk menggerakkan koperasi di seluruh Indonesia, hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa, melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan dan saling membantu.
Yesi Yuni Astuti Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar menegaskan untuk mendukung program pemerintah ini, yaitu ikut mendukung tumbuh dan berkembangnya KDMP, koperasi Berkah Telur Blitar bergerak cepat.
“Koperasi Berkah Telur Blitar bermitra dengan KDMP-KDMP di sentra-sentra jagung di Jawa timur dalam kerja sama dua arah, mereka memiliki jagung dan kami membutuhkan jagung untuk ternak kami, di sisi lain kami memiliki telur dan mereka membutuhkan suplai telur untuk gerai sembakonya,” tegasnya.
Lebih lanjut Yesi Yuni mengatakan di puncak peringatan hari koperasi kabupaten Malang tahun 2025 yang diadakan di lapangan Wisata Waduk Selorejo Kecamatan Ngantang, Minggu 27 Juli 2025, Koperasi Berkah Telur Blitar telah melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan KDMP desa Sumbermanjing kulon kec. Pagak Kab. Malang.
Penandatanganan dokumen diwakili Yesi Yuni Astuti sebagai ketua Koperasi Berkah Telur Blitar dan Budi Mulyani mewakili KDMP desa Sumbermanjing Kulon Kec. Pagak Malang.
“Sebelumnya, di moment yang lain, koperasi Berkah Telur juga mengadakan perjanjian kerja sama dengan KDMP desa Mirigambar kecamatan Sumbergempol kabupaten Tulungagung yang diwakili oleh ketuanya Riza Wahyudi, kerja sama dengan KDMP di Tuban dan Lamongan menyusul masih dalam proses,” tandasnya.
Dengan adanya kerja sama antar koperasi ini Yesi Yuni berharap koperasi-koperasi bisa makin berkembang dan kesejahteraan anggota makin meningkat, karena produk koperasi bisa dijual langsung ke sesama koperasi.
“Dengan memotong jalur distribusi kami yakin harga produk kami akan makin kompetitif. Konsep close loop koperasi sektor riil yang diusung oleh koperasi Berkah Telur Blitar, kerangka berfikirnya sederhana, yaitu koperasi-koperasi primer atau KDMP yang mempunyai produk jagung, koperasi Berkah Telur Blitar siap bermitra dan menjadi off taker untuk produknya,”tegas Yesi Yuni.
Menurut Yesi Yuni dari jagung yang di serap ini, ia menghasilkan telur, sebagian telur ini dipasarkan melalui jaringan koperasi yang memiliki gerai-gerai sembako.
“Kalau ini berjalan dengan harmonis, kerja sama jual beli produk koperasi dari hulu sampai hilir, anggota masing-masing koperasi bisa makin berdaya dan berjaya,”tutupnya. (Ema)










