Bengkulu||ISBCenter.com – Kejari Bengkulu, adakan rapat Koordinasi PAKEM (Rapat Koordinasi Pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan Kota Bengkulu. Acara tersebut berlangsung di Aula Kejari Bengkulu. Senin Pagi, 25 Mei 2025.

Kepala Kejari Bengkulu Ibu Dr. Ni Wayan Sunarti, SH, MH dalam pembukaan acara mengatakan bahwa kia perlu rapat PAKEM untuk dapat melindungi, mengawasi dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat Bengkulu dalam rangka kebebasan beragama dan beribadah menurut keyakinan yang dianutnya.
“Kita ini menjadi satu tim, dalam rangka memastikan kenyamanan, ketertiban dan kebebasan bagi masyarakat Bengkulu untuk neribadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Nanti Bapak ibu silakan berdiskusi apa saja persoalan yang ada ditengah masyarakat bersama kasi Intel kita Bapak Fri Wisdom S. Sumbayak, SH, MH, Karena saya harus meninggalkan pertemuan ini untuk mengikuti kegiatan zoom koordinasi dengan pusat”.
Salam pertemuan tersebut hadir Ketua FKUB Buya Yulkamra ,Kasi Intel Polresta Bengkulu, Kasi Intel Kodim 0407 Bengkulu, Kasi BIN wilayah Bengkulu, Ketua MUI, Ketua NU, Ketua Muhamadiyah Bengkulu, Pdt. Yusak Wamin, S. Th dari Tokoh Kristen, Bapak Agus perwakilan Hindu, Romo Sunly dari Buddah, Kasi Diknas Kota Bengkulu, Ketua Kesbangpol Kota Bengkulu beserta staff Kejari Bengkulu.
Dalam pantauan media, seluruh perwakilan diberikan kesempatan untuk memberikan informasi dan masukan untuk kemudian didiskusikan bersama. Demikian juga dengn Pedeta Yusak Wamin, S. Th yang hadir dalam pertemuan tersebut, beliau mengapresiasi kegiatan pertemuan sekaligus memberikan informasi terkait update perkembangan situasi kegiatan dan aliran keagamaan Kristen di Kota Bengkulu.
“Sejauh ini di kalangan kami Kristen dan Katolik cukup baik, dalam. pantauan saya tidak ada kegiatan dan aliran keagamaan yang jadi trabel. Khususnya Gereja-gereja yang bergabung dalam wadah kami BKSAG (Badan Kerja sama Antar Gereja) Kota Bengkulu”.
Hanya dalam pertemuan pantauan BIN, ada salah satu PNS yang kini di non aktifkan, karena yang bersangkutan tidak mau hormat bendera dan kurang aktif sebagai seorang PNS yang aktif. Yang bersangkutan informasi yang kami terima mengaku sebagai aliran Saksi Yehuwa.
Menurut Pdt Yusak, bahwa benar ada aliran itu dan mereka tidak masuk dalam wadah BKSAG.
“benar ada aliran itu di Bengkulu, komunitasnya cukup banyak, namun. mereka sebenarnya tidak. masuk dalam keanggotaan kami. Hanya keberadaan mereka sudah syah secara hukum sejak ada kebijakan Presiden Abdurrahman Wahid. Jadi kami kurang memahami dan kami kembalikan kepasa pemerintah saja”(*Rozi)











