Bengkulu Selatan||ISBCenter.com – Satu dari 4 korban yang dinyatakan hanyut terseret arus Sungai Kedurang pada, Rabu 21 Februari 2024 sekitar pukul 14.35 WIB, akhirnya berhenti ditemukan, Kamis 22 Februari 2024 pagi.
Adapun identitas korban yang berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tersebut bernama, Sunaidah (51) yang merupakan istri dari Kades Tanjung Negara Kecamatan Kedurang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten BS Hen Yepi saat dikonfirmasi Radar Kaur (RKa) membenarkan, 1 dari 4 korban hanyut di Sungai Kedurang sudah ditemukan.
Korban ditemukan di daerah perairan Desa Limus Kecamatan Kedurang Ilir dalam keadaan sudah meninggal dunia.
“Iya benar, satu korban hanyut yakni Istri Kades Tanjung Negara sudah ditemukan. Korban ditemukan di Desa Limus Kecamatan Kedurang Ilir,” kata Hen.
Diketahui, korban ditemukan tergeletak di pinggir Sungai Kedurang yang berada di Desa Limus Kedurang Ilir.
Kemungkinan, korban sampai terseret kembali kedaratan karena kondisi debet air Kedurang yang banjir sudah mulai menurun.
Sehingga, korban yang sebelumnya kemungkinan terombang-ambing oleh air, akhirnya tergeletak di pinggir sungai.
“Iya korban ditemukan berada di pinggir Sungai Kedurang,” jelas Kepala BPBD.
Sedangkan, untuk 3 korban lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh BPBD, Basarnas, TNI-Polri dan masyarakat sekitar.
Hen mengakui, proses pencarian terhadap korban sempat mengalami kendala karena keterbatasan alat serta cuaca yang ekstrem.
“Sampai saat ini Tim Gabungan masih terus melakukan pencarian dibantu oleh masyarakat,” demikian Hen Yepi.
Perlu diketahui, 3 orang warga yang hanyut dan belum ditemukan yakni Marsanaini (51) warga Desa Keban Agung II.
Kemudian, Musdiana (42) warga Desa Tanjung Negara dan satu lagi Ahdawati (76) warga Desa Durian Sebatang, semuanya berasal dari Kecamatan Kedurang.
Sedangkan, korban yang sudah berhasil ditemukan yakni Sunaidah (51) warga Desa Tanjung Negara Istri kades, *( AH )










