Blitar||ISBCenter.com – Perhutani KPH Blitar bersama Bupati Blitar, Kodim 0808 Blitar hadiri acara Melasti Umat Hindu se-Blitar Raya tahun baru Saka 1948 tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Parisada Hindu Dharma Indnesia Kabupaten Blitar bertempat di Wana Wisata Pantai Jolosutro kecamatan Wates kabupaten Blitar, Minggu (8/3/26).
Melasti berasal dari kata Mala = Kotoran/leteh (bahasa Bali) dan Asti = membuang atau memusnahkan, Melasti adalah upacara pembersihan yang dilaskanakan dengan mengarak ramai-ramai sarana dan prasarana perangkat peralatan yang dipergunakan untuk sembahyang dan meditasi di laut untuk dibersihkan.
Wana wisata Pantai Jolosutro yang lokasinya berada di wilayah Perum Perhutani KPH Blitar BKPH Kesamben RPH Ringinrejo, masuk Desa Ringinrejo Kecamatan Wates ini dibanjiri hampir 10.000 pengunjung , terlihat dari ratusan mobil dan ribuan motor bertengger di area parkiran yang disediakan oleh pengelola wisata.
“Pemkab Blitar sangat mendukung kegiatan Melasti yang dilaksanakan oleh warga Umat Hindu Kabupaten Blitar,”kata Bupati Blitar Drs. H. Rijanto mengawali sambutannya.
Lebih lanjut Rijanto mengatakan, Upacara Melasti tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya karena tampak lebih banyak dan semoga dapat dipertahankan.
“Dengan adanya acara Melasti di Wisata Pantai jolosutro secara tidak langsung meningkatkan UMKM di Kecamatan Wates Khususnya di Desa Ringinrejo Kabupaten Blitar melalui usaha warung dan jasa wisata lainnya di sekitar obyek wisata Pantai Jolosutro,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Administratur Perhutani KPH Blitar melalui Asper Kesamben, Jemiran menyampaikan, bahwa Perhutani mendukung dan memberikan ruang bagi umat Hindu untuk melakukan ibadah (melasti) di Pantai Jolosutro.
“Karena dengan kegiatan ini wisata Pantai Jolosutro menjadi ramai pengunjung dan otomatis meningkatkan nilai tambah baik bagi Perhutani dan masyarakat sekitar,”terangnya.
Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Blitar, Priyoko mengucapkan terima kasih kepada Bupati Blitar, Forkopinda, Pihak Kehutanan (Perhutani) yang telah memfasilitasi sehingga kegiatan Upacara Melasti Tahun baru Saka 1948 berjalan lancar.
“Semoga melalui kegiatan ini tercipta keharmonisan antara Umat Hindu di Kabupaten Blitar, selaku masyarakat dengan Yang Maha Kuasa, dengan Pemerintah dan Alam dalam konsep Tri Hitakarana,”pungkasnya..(*Ema)










