Pekanbaru||ISBCenter.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sukses menggelar Festival Kue Talam Ketan Durian yang berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sajian Kue Talam Ketan Durian terpanjang.
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-242 Kota Pekanbaru, kue khas daerah tersebut dibentangkan sepanjang 1,1 kilometer di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda terbesar yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Kota Pekanbaru.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival, terutama para pelaku UMKM yang ikut menyajikan kue talam ketan durian hingga berhasil memecahkan rekor.
Menurut Agung, capaian ini bukan sekadar soal rekor semata, melainkan bagian dari strategi memperkenalkan dan mempromosikan produk unggulan UMKM Pekanbaru ke masyarakat luas.
“Tujuan kita bukan sekedar memecahkan rekor. Tujuan kita adalah membuat produk UMKM Pekanbaru dikenal, dicari, dan dibeli. Kemarin masyarakat sudah mengenal kue talam ketan durian. Sekarang tugas kita bersama, produk lokal apa lagi yang layak kita angkat menjadi ikon Kota Pekanbaru berikutnya,” ujar Agung.
Ia menambahkan, festival tersebut menjadi momentum penting sekaligus jembatan bagi pelaku UMKM untuk menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjut Agung, berkomitmen terus mendukung peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM melalui penguatan pemasaran dan promosi produk lokal. Berbagai fasilitas dan dukungan akan diberikan agar produk-produk UMKM Pekanbaru semakin dikenal, berdaya saing tinggi, dan mampu bersaing dengan produk dari daerah maupun negara lain.
“Dari rekor menuju pasar, dari festival menuju kesejahteraan UMKM,” tegasnya.
Keberhasilan Festival Kue Talam Ketan Durian memecahkan rekor MURI diharapkan menjadi langkah awal untuk mengangkat potensi kuliner khas Pekanbaru sekaligus memperkuat posisi produk UMKM lokal sebagai identitas dan kebanggaan daerah..(*ay)









