Bengkulu||ISBCenter.com – Pada hari pertama rencana kunjungan kerja di Provinsi Bengkulu, Selasa (18/7), Presiden Joko Widodo diagendakan melakukan peresmian Jalan Tol Kota Bengkulu – Taba Penanjung, yang memiliki main road yang terbentang sepanjang 17,6 kilometer dan merupakan bagian dari Tol Lubuk Linggau–Curup–Bengkulu yang total panjangnya mencapai 96 kilometer.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media, Sekretariat Presiden, Bey Triadi Machmudin, SE, MT, Senin (17/7), ketika melakukan rapat koordinasi persiapan kedatangan Presiden RI, Joko Widodo ke Provinsi Bengkulu yang diagendakan selama empat hari mulai tanggal 18 – 21 Juli 2023.
“Diupayakan berkunjung ke semua kabupaten di Provinsi Bengkulu, sehingga hari ini kita mempersiapkan semua termasuk transportasi. Direncanakan kunjungan kerja Presiden dilakukan besok Selasa 18 Juli, dari Halim jam 10.30 WIB langsung menuju ke Provinsi Bengkulu untuk acara peresmian Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung.” ujar Bey Triadi Machmudin.
Untuk kepentingan agenda kunjungan kerja RI 1 tersebut, PT Hutama Karya (Persero) sebagai pengelola Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung menginformasikan penutupan sementara jalan tol pada 17 Juli 2023 Pukul 22.00 WIB hingga 18 Juli 2023 Pukul 18.00 WIB.
Penutupan jalan tersebut dilakukan dalam rangka penyempurnaan sistem transaksi pada mesin bayar Uang Elektronik (UE) di Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung dengan melakukan perawatan atau maintenance.
Selain melakukan peresmian jalan tol, Presiden Joko Widodo juga direncanakan melakukan kunjungan ke Pasar Pagar Dewa Kota Bengkulu untuk bertemu dengan pedagang dan pembeli.
Kemudian memantau ke SMK Negeri 1 Kota Bengkulu dan SMK Negeri 2 Kabupaten Bengkulu Tengah, yang menjadi sekolah-sekolah vokasi atau berbasis keterampilan disamping juga karena bertepatan dengan kegiatan awal pembelajaran.
Pada kesempatan itu, Sekda Provinsi Bengkulu yang menghadiri rapat koordinasi yang diselenggarakan secara online melalui zoom meeting juga menyampaikan bahwa dalam rangkaian agenda kunjungan Presiden, juga bertepatan dengan pembukaan event budaya Tabot yang dimulai pada tanggal 1 Muharram 1445 Hijriah atau tanggal 19 Juli 2023, yang diharapkan juga bisa dibuka langsung Presiden Joko Widodo.
“Tadi pihak kepresidenan juga menanyakan kegiatan apa di Bengkulu pada hari kedua 19 Juli tersebut, karena bertepatan dengan 1 Muharram 14445 Hijriah. Tapi ini belum bisa dipastikan apakah Presiden bisa atau tidak untuk Membuka Event Budaya Tabot yang mulai dibuka tanggal 1 Muharram,” ujar Hamka Sabri, sembari mengatakan untuk pembukaan event tahunan yang juga masuk kalender Nasional itu sebelumnya dilakukan oleh pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Dalam agenda kunjungan kerja hari pertama ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mempersiapkan lokasi-lokasi yang ingin dikunjungi Presiden seperti di pusat pelayanan kesehatan baik rumah sakit maupun puskesmas sekaligus juga untuk pemantauan pencapaian program stunting di kabupaten-kabupaten.
Hamka juga menyampaikan, pada kunjungan kerja Joko Widodo diusulkan agar dilakukan pembagian sertifikat tanah bersamaan dengan peresmian jalan tol, dalam upaya mengoptimalkan layanan PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) bagi masyarakat Bengkulu, yang didata keseluruhannya berjumlah 1.164 sertifikat..(*Rozi)










