Bengkulu||ISBCenter.com – Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menyampaikan berdasarkan pendataan yang diterimanya terdapat kisaran 30 – 40 ribu orang pengangguran di Provinsi Bengkulu saat ini, atau kisaran 3 – 4 persen dari 1,9 juta jiwa angkatan kerja yang ada di Bengkulu.
Dengan data tersebut, perlu dilakukan langkah kongkrit untuk mengurangi angka pengangguran tersebut sehingga harus dicari penyebab ataupun faktor yang mempengaruhi jumlah angka pengangguran tersebut.
Dengan identifikasi terhadap faktor yang mempengaruhi angka pengangguran di Bengkulu, maka perlu dilakukan langkah-langkah untuk menurunkan angka pengangguran yang ada.
“Jika faktor rendahnya kompetensi dan skill, maka perlu dibuatkan program untuk meningkatkan kompetensi dan skill tenaga kerja. Agar ini sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” jelas Gubernur, sebagaimana disampaikan melalui rilis Media Center Pemprov Bengkulu, Selasa (11/6).
Kalau ternyata pengangguran ini akibat kurangnya lapangan pekerjaan, maka dikatakan Gubernur, melalui Organisasi Perangkat Daerah perlu kerja sama dengan OPD teknis perlu untuk dindorong terciptanya lapangan pekerjaan.
Program-program pelatihan untuk peningkatan kapasitas angkatan kerja, atau memperluas jaringan juga perlu dilakukan seperti program magang di perusahaan-perusahaan yang ada, begitu juga kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa agar setelah lulus memiliki bekal keahlian untuk memasuki dunia kerja.
“Di sinilah bentuk mensinergikan dan mengkolaborasikan sehingga membentuk suatu gerakan, yakinlah hal itu bisa diatasi,” tegasnya sembari mengatakan bahwa program daerah juga bisa disinergikan dengan program di tingkat pusat seperti pelatihan-pelatihan bagi tenaga kerja.
“Jika tidak ada gerakan yang nyata, maka ibarat main bola hanya menjaga gawang saja. Harus ada target untuk mengurangi angka pengangguran dengan berbagai gerakan dan program yang nyata dengan berkolaborasi bersama pihak terkait,” tutupnya pada rapat Koordinasi Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi dalam rangka sinkronisasi arah kebijakan dalam penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja-PD) 2025, di salah satu hotel di Kota Bengkulu, hari ini. (*Rozi)










