“Politik Sejuk dan Santun Adalah Keniscayaan”
Bengkulu Selatan||ISBCenter.com – Pada tahun 2008 lalu, H. Hartawan, SH.MH sukses memenangi pilkada langsung Bengkulu Selatan, Saat itu ia mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati berpasangan dengan H. Dirwan Mahmud, calon bupatinya.
Namun, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Meski menjadi pemenang, pasangan DirHa tidak bisa dilantik, karena kala itu Dirwan digugurkan pencalonanya terkait kasus hukum.
Menerima kenyataan yang begitu pahit, Hartawan tak lekas patah arang. Ia segera menyadari bahwa dirinya belum ditakdirkan sebagai pemimpin Bengkulu Selatan.
Kegagalan itulah yang menjadi motivasinya kembali menjemput takdir dengan mencalonkan diri sebagai Bupati Bengkulu Selatan, berpasangan dengan H. Darmin, SE, sebagai calon wakil bupati pada Pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.
Lahir di Kedurang, tepatnya Keban Agung II, Bengkulu Selatan, pada tanggal 29 September 1956. Ia terlahir dari keluarga sederhana yang hidup di desa.
Seperti yang lainnya, semasa kanak-kanak dilalui Hartawan dengan bermain bersama teman sebaya, namun, sikap yang menonjol dari lelaki kecil yang akrab dipanggil Tawan oleh teman-temannya ini memang sudah kelihatan.
Sebagai contoh kecil, ia akan bergegas pulang ke rumah ketika sore mulai datang menjelang. Intinya ia sangat disiplin memanfatkan waktu bermainnya dan jujur menjadi prinsip hidupnya.Kedisiplinan dan kejujuran itu yang tetap dipegangnya hingga saat ini.
Seiring waktu berjalan, Tawan mulai memasuki pendidikan formal sebagai siswa Madrasah Ibtidaiyah Keban Agung, tahun 1963 ketika usianya menginjak 7 tahun.
Dalam waktu 6 tahun tepatnya tahun 1969, lelaki ini sukses menamatkan tingkat pendidikan dasar (SD). Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Hartawan melanjutkan pendidikan kejenjang berikutnya dengan bersekolah di PGA Negeri 4 Tahun 1969 hingga 1973 (pendidikan tingkat SMP).
Selanjutnya Hartawan melanjutkan pendidikan tingkat SMA dengan menjadi siswa PGA Negeri 6 Tahun dari 1974 hingga 1975.
Seterusnya, Hartawan menempuh pendidikan tinggi mengambil Diploma III IAIN Raden Fatah Palembang, dan berikutnya mengambil gelar sarjana Hukum di Universitas Prof, DR. Hazairin (UNIHAZ) selesai Tahun 2000.
Hartawan tak langsung berpuas diri dengan pendidikan S1. Ia pun melanjutkan lagi pendidikan Strata 2 (S2) di bidang hukum pada Universitas Islam Jakarta yang ditamatkan Tahun 2013.
Perjalanan Karier H. Hartawan, SH. MH dimulai ketika, ia ditugaskan di Pengadilan Agama Manna, sebagai Panitera Muda Gugatan. Tugasnya di PA Manna cukup lama dari 1983 hingga 2004.
Kinerja yang ditunjukkanya luar biasa, hingga pada Tahun 2004 ia diangkat sebagai Hakim di Pengadilan Agama Arga Makmur hingga 2010.
Kariernya pun kian moncer, dan pada 2010 ia pindah tugas lagi ke Indonesia Timur tepatnya sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama SOE Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 2012. Dan dari 2012 hingga 2016 ia mencapai puncak karir sebagai Ketua Pengadilan Agama Kefamenanu NTT.
Setelah kurang lebih 6 tahun bertugas di NTT, Hartawan kembali dipindahtugaskan ke Pengadilan Agama Lebong, Provinsi Bengkulu dengan jabatan hakim dari 2016-2017. Selepas tugas di Lebong, ia diberi amanah sebagai Ketua Pengadilan Agama Manna, hinga mengajukan pensiun pada akhir Agustus 2020 lalu terkait persyaratannya mengajukan diri sebagai Calon Bupati Bengkulu Selatan.
Selama ini masyarakat mengenal H. Hartawan sebagai seorang ustadz kondang di Bengkulu Selatan yang kerap menyampaikan tausiah pada berbagai kesempatan, sehingga lelaki yang anti pencitraan ini lebih dikenal sebagai ustadz.
Hal itu tidak bisa dibantah, namun perlu diluruskan profesi yang dijalaninya adalah seorang Hakim yang bertugas di bawah naungan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Intinya H. Hartawan adalah seorang Hakim yang bisa memberikan tausiah.
“Mudah-mudahan pada tahun 2021 nanti, Bengkulu Selatan memiliki seorang Bupati yang juga ustadz bisa bertausiah,” kelakar Hartawan pada satu kesempatan.
Untuk diketahui, bahwa Hartawan bukanlah seorang politisi dari partai politik manapun. Tetapi bukan berarti dia tidak mengikuti atau tidak memahami dunia politik.
Baginya dunia politik sudah lama diikutinya, terbukti pada Tahun 2008 lalu ia maju sebagai Calon Wakil Bupati dan menang dalam Pilkada, meski urung dilantik.
Menurut suami Nurdianah ini dunia politik tidaklah menakutkan, asal dijalankan dengan tanggung jawab, mengutamakan kesejukan dan kesantunan. Cara berpolitik sejuk itulah yang selalu dijadikan landasan aktifitas politiknya terkait pencalonannya bersama H. Darmin.
Ayah dari 6 putra/putri ini menandaskan bahwa politik sejuk dan santun bukanlah pilihan, tetapi suatu keniscayaan.
Hal itu diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pesta demokrasi adalah kegembiraan bersama dengan akal sehat untuk memilih pemimpin yang berkualitas dan benar-benar ingin memajukan daerah.
Sebagai landasan dasar komitmen Hartawan bersama Darmin dalam pencalonanya sebagai pemimpin Bengkulu Selatan, ia menawarkan jargon Religius Bermartabat. Jargon itu merupakan manifestasi upaya bersama menjadikan Bengkulu Selatan jauh lebih hebat, yang diimplemantasikan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat disegala bidang baik keagamaan, pendidikan, kesehatan, pertanian, perekonomian, pariwisata dan sebagainya. Dan yang juga tak kalah penting, adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis.
Untuk itulah, Hartawan mengajak semua pihak bekerja keras meraih simpati masyarakat demi kemenangan rakyat. Namun ia meminta tetap dengan cara yang benar.
Hindari provokasi yang memicu pertentangan dan silang sengketa. Sikapi persoalan secara arif dan utamakan kepala dingin. “Direndahkan tidak mungkin menjadi sampah. Disanjung tidak akan jadi rembulan,” begitu kutipan kata bijak yang dijadikan dasar H. Hartawan menyikapi situasi politik saat ini.
– Riwayat Organisasi H. Hartawan, SH, MH :
1. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ketua 1973-1975
2. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ketua 1977-1978
3. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ketua 2000-2005
– Riwayat Pekerjaan H. Hartawan, SH, MH :
1. Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Manna 1983-1986
2. Panitera Pengganti Pengadilan Agama Manna 1986-1989
3. Wakil Sekretaris Pengadilan Agama Manna 1989-1994
4. Wakil Panitera Pengadilan Agama Manna 1994-1999
5. Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama Manna 1999-2004
6. Hakim Pengadilan Agama Arga Makmur 2004-2010
7. Wakil Ketua Pengadilan Agama SOE NTT 2010-2012
8. Ketua Pengadilan Agama Kefamenanu NTT 2012-2016
9. Hakim Pengadilan Agama Lebong 2016-2017
10. Ketua Pengadilan Agam Manna 2017-2020
– Tanda Penghargaan H. Hartawan, SH, MH :
1. Lancana Karya Satya 30 Tahun dari Presiden RI Tahun 2010.
(**renal/jaya fitra)










